Akurat

Badai Tropis Kajiki Hantam Thailand Utara, 5 Orang Tewas dan 7 Hilang

Kumoro Damarjati | 28 Agustus 2025, 17:17 WIB
Badai Tropis Kajiki Hantam Thailand Utara, 5 Orang Tewas dan 7 Hilang


AKURAT.CO Badai tropis Kajiki membawa bencana di Asia Tenggara. Setelah menghantam Vietnam awal pekan ini, badai tersebut kini melanda Thailand utara dengan hujan deras, banjir, dan tanah longsor. Akibatnya, sedikitnya lima orang tewas dan tujuh orang masih hilang, menurut Badan Penanggulangan Bencana Thailand pada Kamis (28/8).

Dampak Badai Kajiki di Thailand

Banjir dan longsor dilaporkan terjadi di 12 provinsi, termasuk Chiang Mai, Chiang Rai, dan Mae Hong Son. Di Chiang Mai, empat orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor, sementara satu orang lainnya ditemukan tewas karena tenggelam di Mae Hong Son. Selain korban jiwa, sebanyak 15 orang juga dilaporkan mengalami luka-luka. Lima di antaranya sempat tertimbun material longsor, sedangkan dua orang lainnya terseret arus banjir.

Secara keseluruhan, bencana ini telah memengaruhi lebih dari 6.300 warga dan 1.800 rumah tangga. Hingga Kamis, banjir masih merendam delapan provinsi, dan hampir 6.000 orang masih terdampak.

Vietnam Juga Dilanda Badai Kajiki

Sebelum masuk ke Thailand, Kajiki lebih dulu menerjang Vietnam sebagai topan. Pemerintah Vietnam melaporkan bahwa badai ini menewaskan tujuh orang. Selain itu, lebih dari 10.000 rumah dan kantor terendam banjir, sementara 86 hektar sawah dan lahan pertanian mengalami kerusakan.

Kerusakan ini menambah panjang daftar bencana akibat badai tropis di Asia Tenggara tahun ini. Sebelumnya, sisa-sisa topan Wutip juga menghantam Thailand utara pada Juni lalu.

Ancaman Badai Tropis di Asia Tenggara

Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya memang kerap berada di jalur badai tropis yang terbentuk di Samudra Pasifik. Selain menimbulkan banjir besar, badai juga sering menyebabkan tanah longsor di daerah pegunungan dan merusak lahan pertanian.

Pemerintah Thailand kini terus memantau kondisi cuaca, sementara tim penyelamat masih bekerja keras mencari korban hilang di wilayah terdampak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.