Akurat

Polisi Haiti Rebut Kembali Pusat Telekomunikasi dari Geng Bersenjata

Kumoro Damarjati | 27 Agustus 2025, 10:51 WIB
Polisi Haiti Rebut Kembali Pusat Telekomunikasi dari Geng Bersenjata

AKURAT.CO Kepolisian Haiti mengumumkan pada Selasa bahwa mereka berhasil menguasai kembali pusat telekomunikasi penting Teleco di komunitas Kenscoff, yang sebelumnya direbut geng-geng bersenjata berat. Serangan geng ini sempat mengganggu koneksi internet dan lalu lintas udara, sebelum akhirnya direbut kembali lewat operasi gabungan.

Keberhasilan ini menjadi langkah maju langka bagi otoritas Haiti dan misi internasional yang dipimpin oleh kepolisian Kenya di bawah mandat PBB. Selama berbulan-bulan, mereka berjuang menahan dominasi geng yang kini menguasai sekitar 90 persen wilayah ibu kota Port-au-Prince.

Operasi Sebelum Fajar

Juru bicara Kepolisian Nasional Haiti, Michel-Ange Louis Jeune, menjelaskan bahwa operasi merebut Teleco dimulai sebelum fajar pada Senin pagi dan berlangsung sekitar dua jam.

Dalam operasi itu, polisi menemukan berbagai senjata api, termasuk senjata otomatis dengan nomor seri dihapus, serta lebih dari seribu peluru.

“Ketika masyarakat tidur, polisi tidak tidur. Mereka bekerja untuk memastikan masyarakat bisa tidur,” kata Jeune. Ia menyebut operasi ini sebagai pesan kuat dari kepala polisi baru, André Jonas Vladimir Paraison, yang ditunjuk awal bulan ini.

Meski begitu, pihak kepolisian tidak merinci apakah ada korban jiwa dalam operasi tersebut.

Geng Ancam Hancurkan Sistem Telekomunikasi

Minggu lalu, geng bersenjata yang menamakan diri Viv Ansanm sempat merekam aksi mereka saat menguasai Teleco. Dalam sebuah video, salah satu anggota geng bernama Didi mengancam akan membakar seluruh sistem jika pemerintah tidak merespons panggilan mereka.

Dalam video lain, anggota geng terlihat membongkar server, menonaktifkan sistem, hingga menumpuk motherboard sambil berkata, “Saya ambil semuanya.”

Meski demikian, badan penerbangan sipil Haiti menyebut dampaknya relatif terbatas karena mereka segera menerapkan langkah darurat untuk mencegah krisis.

Geng Viv Ansanm dan Ancaman terhadap Haiti

Kelompok Viv Ansanm sebelumnya juga menyerang infrastruktur penting Haiti. Tahun lalu, mereka sempat memaksa penutupan bandara internasional selama hampir tiga bulan dan menyerbu dua penjara terbesar, membebaskan sekitar 4.000 narapidana.

AS bahkan telah menetapkan Viv Ansanm sebagai organisasi teroris asing awal tahun ini.

Komandan pasukan Kenya di Haiti, Godfrey Otunge, yang hadir dalam konferensi pers mengatakan singkat: “Bersabarlah; Anda akan melihat hasilnya.” Polisi Haiti berjanji operasi serupa akan dilakukan di wilayah lain yang kini dikuasai geng.

Situasi Geng di Port-au-Prince

Kawasan Kenscoff, lokasi Teleco, sebelumnya dikenal damai. Namun, sejak awal tahun, geng terus mencoba memperluas kontrolnya di sana. Bahkan, awal bulan ini, geng bersenjata menyerbu sebuah panti asuhan di komunitas yang sama dan menculik delapan orang, termasuk seorang misionaris asal Irlandia dan seorang anak berusia tiga tahun yang hingga kini belum ditemukan.

Perkembangan terbaru yang juga memicu perhatian adalah munculnya video Jimmy Cherizier, alias Barbecue — salah satu pemimpin Viv Ansanm — sedang berbincang akrab dengan Kempes Sanon, rival lamanya yang memimpin kelompok Haut Belair/Les Argentins dari federasi geng G-Pep.

Menurut analis Diego Da Rin dari International Crisis Group, pertemuan ini tidak biasa. “Ini pertama kalinya Sanon menampilkan wajahnya secara terbuka. Keduanya dulunya polisi, dan hubungan baru ini bisa membawa dampak besar bagi situasi Haiti.”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.