Akurat

Sri Lanka Buka Kasino Rp18 Triliun, Jurus Baru Pulihkan Ekonomi

Kumoro Damarjati | 26 Agustus 2025, 19:42 WIB
Sri Lanka Buka Kasino Rp18 Triliun, Jurus Baru Pulihkan Ekonomi

AKURAT.CO Pantai berpasir putih, safari satwa liar, dan reruntuhan Buddha kuno sudah lama jadi magnet wisata Sri Lanka. Kini, negeri pulau di Samudra Hindia itu mencoba menambahkan satu daya tarik baru: kasino kelas dunia.

Presiden Anura Kumara Dissanayake, pemimpin pertama berlatar Marxis di negara itu, baru saja meresmikan City of Dreams, kompleks kasino dan resor terpadu senilai US$1,2 miliar di Kolombo. Proyek ini digarap kongsi John Keells Holdings dengan Melco Resorts & Entertainment dari Makau, kawasan yang dikenal sebagai “Las Vegas Asia”.

Peresmian berlangsung meriah. Aktor Bollywood Hrithik Roshan ikut tampil, menari diiringi lagu-lagu Hindi hits. Bagi Dissanayake, proyek ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan taruhan besar: menjadikan kasino sebagai pintu masuk gelombang investasi baru dan mendongkrak pariwisata setelah Sri Lanka terpuruk akibat krisis ekonomi 2022–2023.

Target Tinggi Pariwisata

Pemerintah Sri Lanka menargetkan 3 juta wisatawan asing tahun ini, naik 50 persen dari tahun lalu. Jika tercapai, pemasukan sektor ini bisa mencapai US$5 miliar, lebih besar dibanding US$3,7 miliar pada 2024.

“Pariwisata adalah kunci bagi pemulihan ekonomi,” ujar Wakil Menteri Pariwisata, Ruwan Ranasinghe. Ia menegaskan strategi jangka panjang Sri Lanka adalah menggarap pariwisata kelas atas yang berkelanjutan—dan kasino bakal jadi salah satu penopangnya.

Saat ini, kontribusi pariwisata baru sekitar 4 persen dari produk domestik bruto. Pemerintah menargetkan angkanya bisa tembus 10 persen dalam beberapa tahun ke depan.

City of Dreams, Harapan Baru

Kompleks City of Dreams Kolombo berdiri di tepi pantai ibu kota. Terdiri atas 800 kamar hotel, mal mewah, dan fasilitas konferensi berskala internasional. Investor berharap, fasilitas ini akan memikat wisatawan kaya dari India dan Tiongkok—dua negara raksasa dengan pasar judi yang terbatas di dalam negeri.

Lawrence Ho, CEO Melco, optimistis. “Potensinya sangat besar. Seperti Manila dan Makau dulu, Sri Lanka punya peluang menjadi destinasi permainan dan wisata premium di kawasan.”

India dan Tiongkok Jadi Pasar Utama

India saat ini menyumbang hampir seperempat wisatawan ke Sri Lanka, sementara Tiongkok sekitar 7 persen. Kedua negara mendapat fasilitas bebas visa, sebuah keuntungan yang diyakini akan mempercepat arus wisatawan.

“Dalam sepuluh tahun mendatang, India akan jadi pasar utama kami,” kata Ranasinghe.

Kontroversi Regulasi

Pemerintah juga meluncurkan Otoritas Regulasi Perjudian untuk mengawasi industri ini. Namun, undang-undang yang disahkan pekan lalu menuai kritik: terlalu memberi kewenangan ke menteri keuangan, mengecualikan lotere milik negara, dan tidak melibatkan perwakilan industri pariwisata.

Meski begitu, pemerintah membela langkah ini. Aturannya dianggap penting untuk meminimalkan dampak sosial sekaligus membuka lapangan kerja.

“Perjudian sudah ada di Kolombo, tapi kecil skalanya,” kata Ranasinghe. “Dengan hadirnya City of Dreams, saya yakin klien internasional akan menjadikan Sri Lanka tujuan baru.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.