Two‑State Solution Satu-satunya Jalan Damai bagi Israel dan Palestina?
Eko Krisyanto | 1 Agustus 2025, 14:25 WIB

AKURAT.CO Dua negara yang hidup berdampingan secara damai terus menjadi wacana utama dalam upaya mengakhiri konflik panjang di Timur Tengah.
Baru‑baru ini, deklarasi internasional dan konferensi PBB menegaskan kembali solusi negara ganda sebagai jalan menuju perdamaian.
Two‑State Solution adalah model penyelesaian konflik Israel-Palestina yang membayangkan terbentuknya dua negara merdeka yakni Israel dan Palestina, hidup berdampingan dalam keamanan dan pengakuan internasional. Gagasan ini kembali didorong melalui New York Declaration yang disepakati dalam konferensi PBB, sebagai fase menuju perdamaian jangka panjang.
Baca Juga: Menlu RI Serukan Dukungan Kuat ASEAN–UE untuk Palestina di Tengah Krisis Gaza
Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh PBB, dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi, dengan partisipasi lebih dari 125 negara termasuk anggota Liga Arab dan Uni Eropa.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan agar solusi dua negara segera diwujudkan.
Dilansir dari Associated Press, seorang juru bicara PBB mengatakan bahwa konferensi memberikan “dukungan tak tergoyahkan,” terhadap solusi dua negara dan menyerukan agar Israel melakukan komitmen publik untuk negara Palestina yang berdaulat dan layak.
Konferensi dilaksanakan pada 28–29 Juli 2025 di markas PBB, New York. Deklarasi disusun selama dua hari tersebut, meskipun konferensi semula dijadwalkan pada Juni namun ditunda karena eskalasi perang antara Israel dan Iran.
Acara berlangsung di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat, dengan konferensi yang menjadi panggung deklarasi perdamaian dan strategi implementasi Two‑State Solution. Situasi kemanusiaan di Gaza sangat kritis.
Lebih dari 60.000 orang tewas dan terjadi kelaparan hebat, sementara bantuan global terhambat. Konflik yang berkepanjangan mendorong dunia internasional untuk mendesak solusi politik berbasis Two‑State Solution guna mengakhiri penderitaan dan membangun stabilitas regional.
New York Declaration mengusulkan rencana bertahap. Yaitu gencatan senjata, perlucutan senjata Hamas, pengembalian kontrol penuh kepada Otoritas Palestina, pembentukan negara Palestina yang demokratis dan demiliterisasi, serta pengakuan oleh banyak negara terhadap negara Palestina. Deklarasi ini didukung oleh Phase I hingga pengintegrasian penuh ke kawasan Timur Tengah.
Two‑State Solution kembali mendapat momentum sebagai satu-satunya solusi politik yang memiliki peluang nyata untuk menyudahi konflik Israel-Palestina. Meskipun ditolak oleh Israel dan Amerika Serikat yang memboikot konferensi, tekanan dari lebih dari 125 negara dan deklarasi internasional menegaskan bahwa jalan diplomasi masih terbuka.
Baca Juga: Israel dan Hamas Mulai Negosiasi Gencatan Senjata Fase Dua pada Senin
Kehadiran deklarasi internasional seperti New York Declaration dan New York Call menandai titik balik kritis menuju era baru negosiasi, dengan membangun kerangka untuk pengakuan negara Palestina dan reformasi internal sebagai prasyarat perdamaian.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









