Fakta Unik : Pesanan Pizza di Sekitar Pentagon Akurat Prediksi Perang!

AKURAT.CO Pada Kamis 12 Juni lalu, hampir semua tempat pizza di dekat Pentagon mengalami lonjakan besar dalam aktivitas, sebagaimana ditulis akun Pentagon Pizza Report di X. Satu jam kemudian, ledakan mengguncang Teheran, ibu kota Iran.
Hal itu karena Israel baru saja melancarkan serangan pendahuluan terhadap musuh bebuyutannya, dengan tuduhan bahwa Iran diam-diam membangun senjata nuklir yang rencananya akan digunakan melawan negara Yahudi tersebut.
Dilansir oleh MEXC, prediksi tersebut menegaskan pada apa yang banyak dianggap sebagai legenda urban tahun 1990-an, yaitu tentang bagaimana volume pesanan pizza di sekitar Pentagon dapat secara tepat meramalkan peristiwa geopolitik besar.
Ketika peristiwa penting muncul, pejabat Pentagon sering bekerja larut malam, dan tampaknya pizza menjadi pilihan makanan mereka. Makanan ini berminyak, mengenyangkan, lezat, dan yang terpenting praktis.
Tentu saja, terkadang indeks ini keliru seperti pesanan pizza yang bisa meningkat saat pertandingan sepak bola. Namun, meskipun para ahli meremehkan bentuk intelijen sumber terbuka (OSINT) ini, mereka tak bisa menepis bahwa metode sederhana ini telah terbukti memprediksi beberapa peristiwa global.
Seorang pengantar pizza pernah menjelaskan bahwa pesanan dari Pentagon meningkat dua kali lipat malam sebelum serangan Panama. Hal serupa terjadi sebelum invasi Grenada, menurut laporan Time Magazine pada Agustus 1990.
Ternyata, Irak di bawah Saddam Hussein, telah menginvasi Kuwait pada 2 Agustus 1990. "Hal terpenting yang harus dicatat oleh jurnalis: selalu pantau pesanan pizza," ujar Wolf Blitzer, mantan koresponden CNN di Pentagon.
Ini adalah cara sarkastik atau jenaka untuk mengatakan bahwa memantau hal-hal sepele seperti lonjakan pesanan pizza di sekitar Pentagon bisa menjadi petunjuk awal peristiwa besar, seperti operasi militer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









