Donald Trump Murka, Israel dan Iran Saling Tuding Langgar Gencatan Senjata

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meluapkan kemarahan terhadap Israel dan Iran setelah kedua negara saling melancarkan serangan meski gencatan senjata telah diumumkan.
Dikutip dari The New York Times, Selasa (24/6/2025), Trump menyebut bahwa tindakan keduanya sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan yang baru saja ia umumkan, meskipun Israel dan Iran sama-sama membantah tudingan tersebut.
Ketidakjelasan soal waktu efektif dimulainya gencatan senjata menambah kebingungan.
Trump tak menyebut waktu pasti dalam pernyataannya, sementara perbedaan zona waktu antara ketiga negara—AS, Israel, dan Iran—juga memicu interpretasi yang beragam terhadap rangkaian serangan.
Israel-Iran Saling Bantah
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim gencatan senjata mulai berlaku pukul 07.00 waktu Israel.
Namun empat jam sebelumnya, tepat pukul 03.00, Israel telah lebih dulu menyerang target strategis di pusat kota Teheran.
Menurut pernyataan Israel, beberapa saat sebelum gencatan dimulai, Iran menembakkan rentetan misil ke Israel, salah satunya menghantam apartemen di Beersheba dan menewaskan empat warga sipil.
Setelah gencatan berlaku, Israel menyebut Iran kembali meluncurkan misil pada pukul 07.06 dan dua lagi pada pukul 10.25.
Seluruhnya disebut berhasil dicegat atau jatuh di area terbuka. Sebagai balasan, Israel menyerang posisi radar milik Iran di dekat Teheran.
Baca Juga: Ini Ancaman Sebenarnya di Balik Teknologi AI yang Telah Diprediksi Filsuf
Trump lantas meminta Israel menahan diri dan menggambarkan serangan terakhir Iran sebagai satu roket yang mungkin tak sengaja ditembakkan.
Ia mengaku kecewa mengetahui jet tempur Israel tetap meluncur untuk membalas, meski sudah ada kesepakatan damai.
“Setelah pembicaraan dengan Netanyahu, Israel menahan diri dari serangan lanjutan,” demikian pernyataan resmi Kantor PM Israel. Di media sosial, Trump menegaskan, “Jet-jet tempur Israel akan berbalik arah dan pulang.”
Sementara itu, Iran menegaskan seluruh serangan misil yang mereka lancarkan terjadi sebelum waktu gencatan senjata.
Korps Garda Revolusi Islam menyatakan meluncurkan 14 misil ke pusat militer Israel sebagai balasan atas “serangan brutal” Israel di malam hari. Tidak ada pernyataan soal serangan setelah gencatan mulai berlaku.
Juru bicara militer Iran, Letkol Ebrahim Zolfaqari, justru menuduh Israel melakukan tiga gelombang serangan ke wilayah Iran setelah gencatan berlaku, dengan serangan terakhir terjadi pada pukul 09.00 waktu Iran.
Adapun, Trump pertama kali mengumumkan gencatan senjata pada Senin malam waktu Washington, atau sekitar pukul 01.30 dini hari di Teheran.
Pemerintah Iran langsung merespons positif, sementara Israel baru menyatakan persetujuan sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat.
Saat meninggalkan Washington untuk menghadiri KTT NATO di Belanda, Trump tampak frustrasi.
“Saya tidak suka bahwa Israel langsung menyerang setelah kami mencapai kesepakatan,” ujarnya kepada media.
Baca Juga: BRIN Perkuat Kolaborasi ASEAN untuk Ekosistem Antariksa yang Inklusif dan Berkelanjutan
"Saya pikir keduanya melanggar, tapi saya tidak yakin mereka sengaja. Mungkin mereka tak bisa menahan orang-orang mereka.”
Meski ketegangan belum sepenuhnya mereda, sikap saling menahan diri dan saling tuding justru menunjukkan bahwa kedua pihak, setidaknya untuk saat ini, masih ingin gencatan senjata bertahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










