Perang Iran-Israel: Iran Tegas tak Akan Terima Perdamaian yang Dipaksakan Israel dan Sekutunya

AKURAT.CO Sebagaimana dikutip oleh Press TV, Selasa (24/06/2025), Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan pernah tunduk pada rekonsiliasi atau perdamaian yang dipaksakan oleh para agresor, terutama setelah serangan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir damai milik Iran.
Dalam sambungan telepon dengan Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov, Nasirzadeh mengecam agresi AS yang terjadi sehari sebelumnya. Sebagai balasan, Iran langsung meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Al Udeid di Qatar, yang merupakan markas utama Komando Angkatan Udara AS di kawasan Asia Barat.
Angkatan bersenjata Iran menyebut aksi tersebut sebagai serangan rudal “kuat dan menghancurkan” serta pesan “jelas dan langsung” kepada Washington dan para sekutunya.
Dalam pandangan Teheran, tindakan itu menunjukkan bahwa “Republik Islam tidak akan pernah membiarkan pelanggaran terhadap integritas teritorial, kedaulatan, atau keamanan nasionalnya tidak tertangani.”
Nasirzadeh menuduh Amerika sebagai akar ketidakstabilan kawasan. Ia menyerukan peningkatan kerja sama strategis antara Teheran dan Moskow demi menciptakan keseimbangan regional. “Kita dapat bekerja sama untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia,” ujarnya.
Ia juga mengecam dukungan Amerika terhadap Israel, yang disebutnya sebagai entitas utama dalam menciptakan destabilisasi di Timur Tengah. “Yang jelas, kita tidak hanya memerangi rezim Zionis; Amerika Serikat dan beberapa negara lain juga mendukung rezim ini,” ujarnya kepada Belousov.
Masih menurut Press TV, Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov membalas dengan mengecam alasan yang digunakan AS untuk membenarkan serangan tersebut, yakni tudingan bahwa Iran mengalihkan program nuklirnya untuk tujuan militer.
Belousov menyebut tuduhan itu sebagai “alasan yang dibuat-buat” karena tidak pernah dikonfirmasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), meskipun badan tersebut telah melakukan inspeksi paling intensif di Iran.
“Serangan terhadap wilayah Iran dengan dalih masalah nuklir tidak lain hanyalah alasan; mereka berusaha melemahkan Republik Islam dan menyebarkan kekacauan ini ke seluruh wilayah,” kata Belousov.
Dukungan serupa juga datang dari Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov. Ia menyatakan bahwa Moskow “mengutuk keras tindakan Israel dan Amerika Serikat” yang telah menyebabkan terbunuhnya banyak tokoh penting, termasuk komandan militer, ilmuwan nuklir, hingga warga sipil biasa.
Baca Juga: Perang Iran-Israel Terbaru: Trump Klaim Iran dan Israel Telah Melakukan Gencatan Senjata
Ryabkov menambahkan, “Kami bekerja sama erat dengan mitra Iran kami dan telah mulai menyusun resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengutuk kekejaman tersebut.”
Dengan dukungan Rusia yang menguat dan semangat perlawanan yang tetap tinggi, Iran mengirimkan pesan bahwa mereka tak akan tunduk pada tekanan kekuatan asing—terutama bila itu mengorbankan kedaulatan dan martabat nasional mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik









