Daftar Negara Teraman Jika Perang Dunia III, Ada Indonesia?

AKURAT.CO Sejumlah pakar pertahanan dan geopolitik meyakini bahwa ketidakstabilan politik global saat ini dapat membawa dunia ke ambang Perang Dunia III, dengan meningkatnya ketegangan di berbagai wilayah seperti perang Iran-Amerika Serikat.
Dalam skenario tersebut, banyak yang bertanya-tanya negara mana saja yang akan menjadi tempat teraman jika terjadi Perang Dunia III.
Daily Mail, sebuah media Inggris, telah menyusun daftar negara-negara yang diprediksi aman dari Perang Dunia III, dan Indonesia masuk dalam daftar tersebut.
Daftar Negara Teraman Jika Perang Dunia III Menurut Daily Mail
Selain Indonesia, Daily Mail dan sumber lainnya menyebutkan beberapa negara lain yang diprediksi aman jika Perang Dunia III meletus:
1. Antartika
Antartika, meskipun bukan negara, adalah lokasi yang dianggap paling aman jika terjadi Perang Dunia III.
Terkenal dengan pariwisata ekstrem, pemandangan alam indah, dan medan esnya, kecil kemungkinan banyak orang akan mengunjunginya jika konflik global terjadi karena lokasinya sebagai titik paling selatan di planet ini.
2. Argentina
Meskipun Argentina memiliki sejarah terlibat dalam konflik, terutama dengan Inggris atas Kepulauan Falkland pada tahun 1982, negara ini dianggap sebagai tempat yang paling mungkin bertahan dari kelaparan setelah perang nuklir.
Penelitian menunjukkan bahwa pelepasan 100 bom nuklir dapat menghalangi sinar matahari dan mengakibatkan kelaparan serta gagal panen.
Argentina memiliki pasokan tanaman tahan penyakit yang melimpah, seperti gandum, menjadikannya tempat yang baik untuk ditinggali.
3. Bhutan
Setelah bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 21 September 1971, Bhutan menyatakan dirinya netral dalam konflik apa pun.
Sikap ini membuat Bhutan sering mendapat peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global.
Letaknya yang terkurung daratan dengan banyak wilayah pegunungan juga akan membuat Bhutan sangat aman jika Perang Dunia III meletus.
4. Chili
Chili memiliki garis pantai terpanjang di dunia, membentang sepanjang 6.435 km (4.000 mil).
Seperti Argentina, Chili diberkahi dengan berbagai tanaman dan sumber daya alam.
Tingkat pembangunannya juga paling maju di Amerika Selatan, dengan infrastruktur dan akses ke teknologi modern yang menjadikannya tempat ideal jika Perang Dunia III terjadi.
5. Fiji
Bagi yang ingin berada di negara terpencil saat perang pecah, Fiji mungkin cocok. Negara kepulauan ini terletak di barat daya Samudra Pasifik, sekitar 2.700 mil dari Australia, negara terdekatnya.
Kurangnya strategi militer karena pasukannya hanya 6.000 orang juga membuat negara ini mendapat peringkat tinggi dalam Indeks Perdamaian Global.
Dengan sebagian besar wilayah berupa hutan lebat serta persediaan mineral dan ikan yang melimpah, Fiji menjadi tempat yang baik untuk dikunjungi selama Perang Dunia III.
6. Greenland
Pulau Greenland, yang merupakan milik Denmark, adalah pulau terbesar di dunia.
Greenland dikenal terpencil, bergunung-gunung, dan netral secara politik, menjadikannya tempat berlindung yang ideal dalam keadaan darurat.
Dengan populasi sekitar 56.000 jiwa, pulau ini tidak mungkin menjadi sasaran negara adikuasa global mana pun.
7. Islandia
Islandia secara konsisten menduduki puncak Indeks Perdamaian Global, mendapatkan reputasi sebagai salah satu negara paling damai di dunia.
Selain letaknya yang sangat terpencil, Islandia tidak perlu khawatir akan ketergantungannya pada negara lain untuk mendapatkan sumber daya berkat cadangan air tawar, sumber daya laut, dan sumber energi terbarukan yang melimpah.
Negara Nordik ini mempertahankan kebijakan netral dan tidak bergabung dalam aliansi militer besar seperti NATO.
8. Selandia Baru
Selandia Baru berada di peringkat kedua dalam Indeks Perdamaian Global dan telah lama dikagumi karena sikapnya yang non-partisan terhadap konflik.
Jika diserang, daerah pegunungan negara itu menawarkan perlindungan yang sempurna bagi warganya.
Lokasinya yang terpencil dan medan pegunungan yang terjal menambah lapisan pertahanan alami terhadap potensi invasi.
9. Afrika Selatan
Afrika Selatan mendapat tempat karena menjadi rumah bagi berbagai sumber makanan, tanah subur, dan air tawar yang melimpah. Infrastruktur modern negara ini juga dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup jika Perang Dunia III terjadi.
10. Swiss
Dari semua negara di seluruh dunia, Swiss mungkin merupakan negara yang paling sering dikaitkan dengan netralitas politik.
Negara ini terkenal karena posisinya yang teguh dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan politik internasional selama hampir 200 tahun.
Swiss dilindungi dengan baik oleh daerah pegunungannya, geografi yang terkurung daratan, dan banyak tempat perlindungan nuklir.
11. Indonesia
Indonesia termasuk salah satu negara yang dianggap aman dan bisa menjadi tempat berlindung jika terjadi perang dunia ketiga.
Menurut seasiastats, posisi menguntungkan Indonesia di tengah ketidakpastian global didasarkan pada kombinasi unik dari kebijakan luar negeri yang netral, keunggulan geografis, dan kekayaan sumber daya alam.
Kebijakan luar negeri Indonesia yang "bebas dan aktif" dicetuskan oleh presiden pertamanya, Sukarno, pada tahun 1948.
Kebijakan ini menekankan kenetralan, memungkinkan Indonesia terhindar dari keterlibatan dalam aliansi militer yang bisa menyeretnya ke dalam konflik internasional.
Komitmen terhadap perdamaian ini meningkatkan reputasi Indonesia sebagai tempat berlindung di masa sulit.
Indonesia bertindak secara independen dalam urusan internasional dan sangat peduli dengan terciptanya perdamaian dunia.
12. Tuvalu
Sebelumnya dikenal sebagai Kepulauan Ellice, Tuvalu terletak di Samudra Pasifik, kira-kira di tengah-tengah antara Hawaii dan Australia.
Dengan jumlah penduduk yang sangat sedikit, hanya 11.000 jiwa, infrastruktur di sana sangat terbatas dibandingkan dengan negara-negara Barat terkemuka.
Dengan sumber daya alam yang juga sedikit, Tuvalu akan menjadi target yang tidak diinginkan jika terjadi Perang Dunia III.
Itulah beberapa daftar negara teraman jika ada Perang Dunia III menurut Daily Mail.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









