Perang Iran Israel: Puluhan Pesawat tak Berawak Hantam Daerah Penjajahan Israel, Warga Dilarang Mempublikasi

AKURAT.CO Sabtu, 21 Juni 2025, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan fase ke-19 dari Operasi True Promise III. Dalam operasi militer ini, Iran mengerahkan segerombolan pesawat tanpa awak tipe penyerang dan bunuh diri menuju berbagai target strategis di wilayah yang diduduki oleh Israel.
Serangan dilancarkan sekitar pukul 00.45 dini hari waktu setempat, Minggu (22/6/2025), dan ditujukan ke berbagai titik dari utara hingga selatan wilayah pendudukan.
Sebelum operasi berlangsung, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammed Naeini, memberikan peringatan terbuka kepada militer Israel.
“Saya peringatkan sistem pertahanan udara rezim Zionis yang kacau agar waspada. Operasi ini akan terus berlangsung, berkelanjutan, dan mengganggu keseimbangan mereka,” kata Naeini dalam pernyataan resminya.
Media Iran melaporkan bahwa kawanan drone terlihat melintas di atas langit Lebanon selatan, menuju ke wilayah Palestina yang diduduki. Gambar dan video yang beredar menunjukkan pergerakan pesawat-pesawat tak berawak itu sebagai bagian dari gelombang ke-19 dari rangkaian serangan udara Iran.
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa sirene serangan udara berbunyi di sejumlah kota sebagai peringatan bagi warga untuk segera berlindung ke tempat perlindungan bawah tanah. Namun, rezim Israel secara resmi memberlakukan larangan total terhadap publikasi gambar dan informasi terkait dampak serangan.
“Rezim telah memberlakukan larangan menyeluruh terhadap publikasi gambar apa pun yang berkaitan dengan operasi rudal dan pesawat tak berawak Iran, yang telah menyebabkan kerusakan besar di wilayah pendudukan, termasuk di Tel Aviv dan Haifa,” demikian laporan dari Press TV.
Militer Iran menyatakan bahwa drone-drone tersebut menargetkan posisi-posisi militer Israel dan mengenai sasaran secara akurat. Serangan ini merupakan lanjutan dari fase ketujuh dan kedelapan yang dilakukan dalam 24 jam terakhir, juga menggunakan drone tipe serang dan bunuh diri.
“Pesawat tak berawak itu menargetkan posisi militer Israel dengan tepat,” sebut pernyataan dari militer Iran.
Iran menyebut bahwa seluruh operasi ini adalah respons langsung terhadap eskalasi militer yang dilakukan Israel sejak Jumat lalu. Dalam serangan tersebut, beberapa perwira militer senior Iran, ilmuwan, akademisi, jurnalis, hingga atlet dilaporkan menjadi korban.
“Angkatan bersenjata Iran sejauh ini telah melancarkan 19 tahap operasi gabungan rudal dan pesawat tak berawak terhadap entitas Zionis, yang memberikan pukulan berat terhadap target-target strategis,” tulis laporan resmi.
Baca Juga: Perang Iran-Israel Terbaru: Sirine Bunyi di Seantero Israel
Ditegaskan pula bahwa Iran telah melakukan delapan operasi pesawat tanpa awak secara terpisah dan seluruhnya dinyatakan berhasil.
Perkembangan ini menjadi bukti bahwa konfrontasi Iran dan Israel telah bergerak ke arah perang terbuka yang lebih intens.
Di tengah upaya pengendalian informasi di Israel, Iran terus menggencarkan publikasi operasi militernya sebagai bagian dari tekanan politik dan psikologis terhadap Tel Aviv.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










