Akurat

Perang Iran-Israel: Prabowo Katakan Ini Pada Pemimpin Dunia

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Juni 2025, 12:04 WIB
Perang Iran-Israel: Prabowo Katakan Ini Pada Pemimpin Dunia

AKURAT.CO Di tengah memanasnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang telah berlangsung selama sepekan terakhir, dunia internasional bergerak cepat mencari solusi damai.

Di antara suara-suara pemimpin dunia yang menyerukan penghentian perang, muncul pernyataan penting dari Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyita perhatian para diplomat global.

Prabowo, dalam sebuah forum terbatas yang dihadiri sejumlah kepala negara dan utusan khusus, menegaskan pentingnya de-eskalasi konflik dan mendorong penyelesaian melalui jalur diplomatik.

Ia menekankan bahwa perang antara Iran dan Israel bukan hanya mengancam kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat memicu instabilitas global dan penderitaan massal yang lebih luas.

“Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh dalam siklus kehancuran yang sama. Dunia telah lelah oleh perang. Bangsa-bangsa besar, terutama yang memiliki pengaruh besar dalam konflik ini, harus segera menghentikan eskalasi dan memulai dialog yang setara dan bermartabat,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin dunia.

Baca Juga: Perang Iran-Israel: Iran Semakin Menang, Israel Kian Lemah dan Ketakutan

Pernyataan Prabowo datang bersamaan dengan manuver diplomatik negara-negara Eropa. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi hari Jumat (20/6/2025) bertemu dengan para diplomat tinggi dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Uni Eropa di Jenewa.

Penasihatnya, Mohammad Reza Ranjbaran, menyebutkan bahwa perjalanan Araghchi ke Jenewa dilakukan dengan jaminan tidak akan diserang oleh Israel.

“Saya telah menerima beberapa panggilan telepon yang meyakinkan saya bahwa rezim Zionis tidak akan menargetkan Araghchi dalam perjalanan ke Jenewa,” ungkapnya.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat kedua atas permintaan Iran dengan dukungan dari Rusia, China, dan Pakistan. Sidang ini menjadi tekanan moral dan diplomatik tambahan bagi Israel dan sekutunya.

Situasi militer di lapangan pun terus berkembang. Israel mengklaim telah menyerang pusat penelitian dan pengembangan nuklir Iran di Teheran.

Sebagai respons, Iran melalui Garda Revolusi (IRGC) meluncurkan lebih dari 100 drone ke wilayah Israel, dalam serangan Kamis malam yang disebut sebagai bagian dari operasi "pembalasan strategis".

Presiden AS Donald Trump juga turut menjadi sorotan. Dalam pernyataan terbarunya, ia mengaku masih menimbang apakah akan ikut serta dalam konflik atau tidak. “Masih ada peluang yang besar untuk negosiasi guna mengakhiri konflik,” ujarnya.

Namun di balik diplomasi, kekerasan terus menelan korban. Iran melaporkan sedikitnya 224 orang tewas akibat serangan Israel, termasuk beberapa tokoh militer dan ilmuwan nuklir. Di Israel, serangan balasan Iran menewaskan 25 orang, sebagian besar warga sipil.

Iran pun mengambil langkah internal penting dengan menunjuk Brigadir Jenderal Majid Khadami sebagai kepala baru intelijen IRGC, menggantikan Mohammed Kazemi yang gugur dalam serangan Israel.

Penangkapan terhadap lebih dari 200 orang yang dituduh menjadi mata-mata Israel juga diumumkan, disertai pemadaman internet nasional yang disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak 2019.

Baca Juga: Fakta: Iran Tidak Serang Rumah Sakit Israel, Zionis hanya Playing Victim

Di tengah kondisi global yang rapuh ini, Prabowo menyerukan agar negara-negara berkembang dan nonblok memainkan peran aktif dalam mendamaikan konflik. 

"Dunia memerlukan keberanian moral, bukan hanya kekuatan militer. Kita harus berdiri di tengah, menjaga nurani kemanusiaan tetap hidup,” pungkasnya.

Pernyataan Prabowo menjadi salah satu suara penyeimbang dalam kerumitan geopolitik yang terus menguat. Ketika para pemain besar dunia masih bersiasat, Indonesia berupaya tampil sebagai jembatan nurani global — mengingatkan bahwa tidak ada kemenangan dalam perang yang menelan harga kemanusiaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.