Perang Iran-Israel: Iran Semakin Menang, Israel Kian Lemah dan Ketakutan

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat dalam konflik bersenjata yang telah berlangsung selama sepekan terakhir. Perkembangan terbaru menunjukkan Iran berada di posisi yang semakin dominan, sementara Israel terlihat semakin terdesak.
Konflik ini tidak hanya memanas di medan tempur, tetapi juga merambat ke arena diplomasi global, termasuk pertemuan tingkat tinggi dan sidang darurat Dewan Keamanan PBB.
Salah satu titik penting dalam eskalasi ini adalah pertemuan para diplomat tinggi Eropa dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Jenewa.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah situasi genting, mengingat potensi ancaman terhadap keselamatan Araghchi dalam perjalanan diplomatiknya.
Penasihatnya, Mohammad Reza Ranjbaran, menyatakan, “Saya telah menerima beberapa panggilan telepon yang meyakinkan saya bahwa rezim Zionis tidak akan menargetkan Araghchi dalam perjalanan ke Jenewa.”
Pertemuan ini dilakukan seiring dengan dorongan kuat dari negara-negara Eropa untuk meredakan konflik. Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menyebut dua minggu ke depan sebagai “jendela untuk mencapai solusi diplomatik.”
Baca Juga: Fakta: Iran Tidak Serang Rumah Sakit Israel, Zionis hanya Playing Victim
Sementara itu, Dewan Keamanan PBB menggelar sidang untuk kedua kalinya guna membahas konflik ini, atas permintaan Iran yang didukung oleh Rusia, China, dan Pakistan. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel maupun Amerika Serikat mengenai inisiatif ini.
Dalam hal militer, kedua belah pihak terus melakukan serangan balasan. Israel pada Jumat mengklaim telah menyerang puluhan target di Teheran, termasuk fasilitas penelitian dan pengembangan senjata nuklir.
Sebagai balasan, Iran melalui Pasukan Pengawal Revolusi (IRGC) meluncurkan lebih dari 100 drone tempur dan bunuh diri ke wilayah Israel pada Kamis malam.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa ia masih mempertimbangkan apakah akan ikut campur langsung dalam konflik ini.
Ia menyatakan akan mengambil keputusan dalam dua minggu ke depan, namun tetap membuka peluang untuk negosiasi damai. “Masih ada peluang yang besar untuk negosiasi guna mengakhiri konflik,” ujar Trump.
Rusia, yang merupakan sekutu Iran, mengingatkan bahwa keterlibatan militer AS akan menjadi langkah yang sangat berbahaya. Kelompok-kelompok pro-Iran di Irak juga menyatakan ancaman akan membalas jika AS ikut campur.
Menariknya, citra satelit menunjukkan puluhan jet tempur Amerika tidak lagi terlihat di pangkalan AS di Qatar. Hal ini disebut sebagai langkah pencegahan dari potensi serangan balasan Iran.
Iran juga memperkuat posisi internalnya dengan menunjuk Brigadir Jenderal Majid Khadami sebagai kepala baru intelijen IRGC. Ia menggantikan Mohammed Kazemi, yang tewas dalam serangan Israel sebelumnya. Selain itu, dua perwira tinggi Garda Revolusi lainnya, Hassan Mohaghegh dan Mohsen Bagheri, juga dilaporkan tewas.
Sementara itu, penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Shamkhani, dikabarkan dalam kondisi stabil usai dilaporkan terluka parah akibat serangan sebelumnya.
Korban jiwa dari konflik ini terus bertambah. Di Israel, jenazah seorang wanita ditemukan dari reruntuhan bangunan yang dihantam rudal Iran empat hari lalu, menambah jumlah korban tewas menjadi 25 orang. Di pihak Iran, sedikitnya 224 orang dilaporkan tewas, termasuk sejumlah komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Baca Juga: Hancurkan Jantung Markas Mossad, Iran Buktikan Intelijen dan Keamanan Israel Lemah
Pemerintah Iran juga mengumumkan penangkapan terhadap 24 orang yang dituduh menjadi mata-mata Israel. Lembaga Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia mencatat lebih dari 223 orang telah ditangkap secara nasional atas tuduhan kolaborasi dengan Israel.
Laporan tersebut juga mencatat pemadaman internet besar-besaran yang diberlakukan oleh pemerintah Iran sejak Kamis, disebut sebagai yang paling luas sejak protes tahun 2019.
Menurut NetBlocks, pemadaman ini berdampak signifikan terhadap kemampuan masyarakat untuk tetap terhubung di tengah kondisi krisis.
Situasi ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya mampu melakukan perlawanan efektif, tetapi juga mulai menggoyahkan kekuatan dan ketenangan Israel.
Dengan kekuatan militer, konsolidasi politik dalam negeri, serta dukungan dari sekutu internasional, Iran menunjukkan tanda-tanda kemenangan dalam perang yang kini menyorot perhatian dunia.
Konflik ini tidak hanya memunculkan ketakutan di Israel, tetapi juga membuka babak baru dalam ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya








