Akurat

Pesawat Netanyahu Tinggalkan Israel Saat Rudal Iran Hantam Tel Aviv

Fajar Rizky Ramadhan | 14 Juni 2025, 12:30 WIB
Pesawat Netanyahu Tinggalkan Israel Saat Rudal Iran Hantam Tel Aviv

AKURAT.CO Di tengah rentetan serangan rudal dari Iran ke wilayah Israel, sebuah kabar mencuat dari Ben-Gurion. Pesawat kepresidenan Israel, Wing of Zion, dilaporkan meninggalkan Israel pada Jumat pagi, 13 Juni 2025, bertepatan dengan dilancarkannya Operasi Rising Lion yang ditujukan ke fasilitas nuklir Iran.

Media Israel Jerusalem Post menyebut pesawat tersebut digunakan secara resmi oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Isaac Herzog untuk kunjungan kenegaraan. Saat meninggalkan Israel, pesawat itu tercatat terbang menuju Athena, Yunani, sebagai langkah antisipatif atas kemungkinan serangan balasan dari Teheran.

Tindakan cepat ini bukan kali pertama terjadi. Pada April 2024, Wing of Zion juga dipindahkan dari Pangkalan Udara Nevatim saat Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel. Kali ini, langkah serupa diambil saat ketegangan memuncak.

Baca Juga: Diserang Balik oleh Iran, Israel Tutup Sejumlah Media untuk Hilangkan Rasa Malu pada Dunia

Tidak lama setelah keberangkatan pesawat tersebut, Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Brigadir Jenderal Effie Defrin, menyampaikan bahwa Iran telah meluncurkan lebih dari 100 drone ke arah Israel. Ia mengatakan, “IDF belum secara resmi mengonfirmasi bahwa setiap drone ditembak jatuh.”

Di sisi lain, laporan Anadolu Agency menyebut bahwa adanya perjanjian kerja sama militer antara Yunani dan Israel memungkinkan pengalihan serta penginapan pesawat militer dari kedua negara di bandara masing-masing selama kondisi darurat.

Iran sendiri mengklaim meluncurkan serangan balasan pada Jumat malam waktu setempat, menargetkan beberapa lokasi penting di Israel. Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan: “Beberapa saat yang lalu, dengan peluncuran ratusan rudal balistik ke wilayah pendudukan, operasi tanggapan tegas terhadap serangan biadab rezim Zionis telah dimulai.”

Sementara itu, IDF menyebut bahwa jumlah rudal Iran sebenarnya di bawah 100 dan hanya sebagian kecil yang berhasil mengenai sasaran, bahkan beberapa di antaranya diduga berasal dari serpihan rudal yang berhasil diintersepsi.

Baca Juga: Adu Kekuatan Militer Israel dan Iran, Siapa yang Paling Kuat?

Dukungan kepada Israel juga datang dari sekutunya. Dua sumber Israel mengatakan kepada CNN bahwa Amerika Serikat membantu mencegat rudal-rudal Iran. Selain itu, beberapa negara kawasan disebut turut memperkuat pertahanan udara Israel seperti yang telah dilakukan dalam serangan Iran sebelumnya.

Insiden ini menambah panas konflik yang tengah berlangsung di kawasan, memperlihatkan betapa tegangnya relasi antara Teheran dan Tel Aviv dalam beberapa bulan terakhir. Ketegangan kini memasuki babak baru, dan komunitas internasional hanya bisa menunggu ke mana arah ledakan diplomatik dan militer ini akan bergerak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.