Iran Berhasil Serang 150 Target Strategis Israel dalam Operasi Janji Sejati III

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat. Dalam pernyataan yang disampaikan Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi kepada televisi pemerintah Iran pada Sabtu pagi (14/6/2025), Iran mengonfirmasi telah berhasil menyerang setidaknya 150 target strategis Israel sebagai bagian dari Operasi Janji Sejati III.
Operasi ini diklaim sebagai aksi balasan atas serangkaian serangan presisi Israel terhadap kota-kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan terbunuhnya sejumlah tokoh penting militer dan ilmuwan Iran.
“Target-target ini berhasil dicapai dalam beberapa tahap,” ujar Vahidi, yang saat ini menjabat sebagai penasihat komandan utama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan sebelumnya menjabat Menteri Dalam Negeri dalam pemerintahan mendiang Presiden Ebrahim Raeisi.
Menurutnya, target-target utama mencakup pangkalan-pangkalan militer yang dianggap sangat strategis, seperti Pangkalan Udara Nevatim di wilayah tengah utara, Pangkalan Udara Ovda di selatan Israel, serta Pangkalan Udara Tel Nof yang terletak di dekat kota Tel Aviv.
Baca Juga: Iran Serang Israel, Hantam Sejumlah Gedung di Tel Aviv dan Yerussalem
“Pangkalan-pangkalan ini menampung pusat komando dan kontrol serta pusat peperangan elektronik, dan merupakan salah satu tempat di mana agresi terhadap Iran dilancarkan,” kata Vahidi, seperti dikutip oleh media Iran, Press TV.
Ia juga menyebut bahwa kementerian urusan militer dan sejumlah pusat industri militer Israel turut menjadi sasaran dalam serangan tersebut.
Lebih lanjut, Vahidi menekankan bahwa serangan ini merupakan “pukulan telak” bagi Israel dan menandai unjuk kekuatan Iran yang nyata. Ia memperingatkan bahwa operasi semacam ini bisa kembali diulang jika Israel tidak menghentikan agresinya.
“Pembalasan tersebut bertujuan untuk membuat mereka menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan perhitungan dan kesalahan serius,” tegas Vahidi.
Serangan presisi Israel sebelumnya telah menyebabkan terbunuhnya tokoh-tokoh penting Iran, termasuk Mayor Jenderal Hossein Salami (mantan panglima IRGC), Mayor Jenderal Mohammad Bagheri (Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran), Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh (kepala divisi kedirgantaraan IRGC), serta Mayor Jenderal Gholam-Ali Rashid (komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya). Selain itu, ilmuwan nuklir Mohammad-Mehdi Tehranchi, Fereydoun Abbasi, dan Dr. Abdol-Hamid Minoucher juga turut menjadi korban.
Baca Juga: Rudal Iran Serang Israel, Ledakan Terdengar di Tel Aviv dan Yerusalem
Serangan tersebut juga menewaskan lebih dari 70 warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan.
Menurut Vahidi, Israel sempat meyakini bahwa mereka telah menghancurkan infrastruktur militer Iran secara signifikan dan membuat Republik Islam lumpuh untuk membalas. Namun, ia menyatakan hal itu merupakan “kesalahan perhitungan yang serius”.
“Mereka sekarang harus menunggu konsekuensinya, yang baru saja dimulai,” kata Vahidi, memperingatkan adanya kemungkinan fase-fase lanjutan dari operasi militer Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










