Akurat

World Day Against Child Labour 2025: Kemajuan Sudah Terlihat, Tapi Perjuangan Belum Usai

Eko Krisyanto | 12 Juni 2025, 18:23 WIB
World Day Against Child Labour 2025: Kemajuan Sudah Terlihat, Tapi Perjuangan Belum Usai

AKURAT.CO Setiap tanggal 12 Juni, dunia memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak (World Day Against Child Labour) sebagai momen penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu pekerja anak yang masih marak di berbagai negara.

Peringatan ini pertama kali dideklarasikan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada tahun 2002.

Deklarasi tersebut didasarkan pada Konvensi ILO No. 182 yang diadopsi pada tahun 1999, yang menekankan pentingnya pelarangan dan tindakan segera untuk menghapus bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak-anak.

Konvensi ini menjadi instrumen hukum internasional yang krusial dalam melindungi anak dari pekerjaan yang berbahaya dan tidak pantas.

Ia juga menegaskan hak setiap anak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat serta aman.

Setiap tahun, peringatan ini menjadi ajakan bersama bagi pemerintah, organisasi pengusaha dan pekerja, masyarakat sipil, serta jutaan orang di seluruh dunia untuk menyuarakan penderitaan pekerja anak dan mendorong langkah nyata menuju penghapusan praktik tersebut.

Baca Juga: Ini 5 Surga Alam di Bogor yang Wajib Kamu Jelajahi, Nomor 3 Paling Ramai Wisatawan

Tema Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 2025 adalah: “Progress is clear, but there’s more to do: Let’s speed up efforts!”

Tema ini menyoroti pencapaian yang telah diraih dalam mengurangi pekerja anak, namun juga menekankan bahwa tantangan besar masih ada dan membutuhkan percepatan upaya kolektif.

Fokus utama peringatan tahun ini adalah peluncuran data estimasi dan tren global terbaru pekerja anak 2025 yang disusun oleh ILO dan UNICEF.

Data ini akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan dan memperkuat komitmen global untuk mengakhiri pekerja anak di seluruh dunia. (Aqila Shafiqa Aryaputri/magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.