Akurat Logo

Lawatan Prabowo ke Timur Tengah Diharapkan Hasilkan Langkah Produktif untuk Kemerdekaan Palestina

Paskalis Rubedanto | 10 April 2025, 13:33 WIB
Lawatan Prabowo ke Timur Tengah Diharapkan Hasilkan Langkah Produktif untuk Kemerdekaan Palestina

AKURAT.CO Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengapresiasi lawatan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara di Timur Tengah. Di mana, salah satu agendanya adalah membahas terkait penyelesaian masalah Palestina dengan kepedulian dan perlindungan terhadap warga Gaza. 

Dia juga berharap, agar kunjungan itu menjadi langkah kongkret untuk dapat mewujudkan hasil yang produktif. Yakni, berhentinya penjajahan dan tragedi kemanusian dan terbayarnya utang mensejarah Indonesia, yaitu mewujudkan kemerdekaan Palestina.

"Ini sejalan dengan sikap Presiden Prabowo yang selalu mendukung perjuangan bangsa Palestina yang disampaikan secara terbuka dalam berbagai kesempatan," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (10/4/2025).

Baca Juga: Apresiasi Rencana Prabowo Hapus Kuota Impor Pangan, Pengamat: Kuota Itu Tidak Transparan

HNW mengatakan, kunjungan Prabowo ini diharapkan bisa menyegarkan komitmen dan menyamakan persepsi dalam membantu rakyat Gaza dan mewujudkan negara Palestina Merdeka. 

Karena negara-negara itu, secara resmi hadir dalam KTT Luar Biasa Liga Arab pada 6 Maret 2025, dan mereka bersama Liga Arab telah secara aklamasi menyepakati menolak proposal Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk merelokasi/mengevakuasi warga Gaza keluar Palestina.

Mereka juga menyepakati, mendukung kemerdekaan Palestina, mendorong kelanjutan gencatan senjata, serta berkomitmen membangun kembali Gaza. 

"Sehingga mestinya Qatar dan Mesir bisa diajak berperan lebih nyata untuk realisasikan kesepakatan-kesepakatan KTT Liga Arab itu, yang sepenuhnya juga diterima dan didukung oleh faksi-faksi pejuang Palestina termasuk HAMAS," bebernya.
 
Selain itu, negara lain yang dikunjungi oleh Presiden Prabowo adalah Turki yang merupakan negara anggota OKI yang sangat berpengaruh. 

Turki bersama Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar dan Yordania juga hadir pada Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-OKI) pada 7 Maret 2025 lalu di Jeddah, Arab Saudi. Di dalam KTM LB OKI itu. Di mana Menlu RI, Sugiono, juga hadir, di antara keputusan utamanya adalah mendukung keputusan-keputusan KTT Liga Arab di atas. 

Baca Juga: Usai Pertemuan Prabowo-Megawati, KedaiKopi: Deal Politik Bisa Bawa Kader PDIP ke Kabinet, Presiden ke Kongres Partai

Namun, pasca sejumlah pertemuan dan kesepakatan penting di atas, kondisi di Gaza tidak semakin membaik sebagaimana diharapkan dari keputusan-keputusan tersebut malah semakin memburuk.

"Wajar bila dunia semakin mengecam Israel yang terus melakukan genosida bahkan holocaust terhadap warga Gaza. Israel makin menampakkan diri sebagai negara yang tidak menginginkan perdamaian, tidak menghendaki adanya negara Palestina," ujarnya. 

HNW mengatakan, tentulah Presiden Prabowo ketika berangkat ke Timur Tengah sudah membaca dinamika dan fakta-fakta tersebut. 

"Semoga kunjungan Presiden Prabowo membawa hasil positif dengan memastikan dilaksanakannya semua hasil KTT Liga Arab dan KTM LB OKI yang menginginkan perang dihentikan, bantuan kemanusian bisa segera masuk agar tragedi kemanusiaan atas warga Gaza bisa segera diatasi, serta membangun kembali Gaza tanpa mengusir warga Gaza keluar dari Palestina, sehingga warga Gaza tetap aman dan tenteram, dan negara Palestina merdeka segera dapat diwujudkan," jelasnya. 

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menambahkan, apabila Prabowo berencana mengevakuasi sekitar 1000 warga Gaza, tentunya evakuasi itu bukan dalam spirit proposal yang diajukan oleh Presiden Trump.

Baca Juga: Wawancara Eksklusif dengan 7 Jurnalis, Prabowo Dinilai Terbuka terhadap Kritik

Apalagi, proposal Trump itu telah ditolak secara aklamasi oleh seluruh anggota Liga Arab, negara-negara OKI, dan semua kelompok perlawanan Palestina. 

Evakuasi itu harusnya dilakukan murni demi misi kemanusiaan dan bersifat sementara, agar mereka yang terluka dapat segera diobati, dan anak-anak yatim piatu dipedulikan, dan warga yang trauma dapat lekas disembuhkan. 

"Sehingga mereka segera bisa pulang ke Gaza setelah pembangunan kembali Gaza dilakukan, dan saat itu Gaza menjadi bagian dari Negara Palestina yang merdeka. Dan dengan kemerdekaan penuh Palestina bersama warganya yg tetap berada di Palestina, maka hutang mensejarah Indonesia terhadap Palestina sudah berhasil dibayar lunas," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.