Akurat

China Kritik Kebijakan Tarif Baru Trump: Langkah Keliru yang Rusak Perdagangan Global

Arief Rachman | 3 April 2025, 23:30 WIB
China Kritik Kebijakan Tarif Baru Trump: Langkah Keliru yang Rusak Perdagangan Global

AKURAT.CO Pemerintah China mengkritik keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang baru-baru ini mengumumkan kebijakan tarif baru yang dianggap sepihak dan merugikan.

China menyebut langkah tersebut sebagai kekeliruan besar dan mendesak AS untuk menghentikan kebijakan proteksionisnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Beijing pada Kamis (3/4/2025), menegaskan, tarif yang diterapkan oleh AS kepada negara-negara lain, termasuk tarif timbal balik terhadap China, bertentangan dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan dalam perdagangan global.

"Kami mendesak AS untuk berhenti melakukan tindakan yang salah ini dan menyelesaikan sengketa perdagangan dengan cara yang lebih adil dan berbasis pada aturan yang dihormati bersama," ujar Guo Jiakun.

Pada Rabu (2/4/2025), Presiden Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang mencakup tarif 10 persen terhadap hampir semua barang yang masuk ke AS.

Tarif ini akan diterapkan mulai 5 April, sementara tarif timbal balik yang lebih tinggi akan dikenakan kepada sekitar 60 negara yang dianggap memiliki defisit perdagangan terbesar dengan AS.

Baca Juga: Tips Sehat Saat Lebaran untuk Usia 50 ke Atas: Olahraga Ringan dan Pola Makan Seimbang

Negara-negara ini, termasuk China, Jepang, Vietnam, Thailand, dan Indonesia, akan dikenakan tarif tambahan yang beragam, dengan China terpengaruh oleh tarif sebesar 34 persen.

Trump menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan AS pada impor dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.

Ia bahkan menyebut pengumuman tersebut sebagai "Hari Pembebasan" bagi ekonomi AS, dengan klaim bahwa kebijakan ini akan mengatasi ketidakadilan perdagangan yang telah merugikan negara tersebut selama ini.

Namun, kebijakan tarif sepihak ini mendapat kritik keras dari China dan negara-negara lain yang terkena dampak.

Guo Jiakun menegaskan, langkah-langkah ini melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan merusak sistem perdagangan internasional yang berbasis pada kesepakatan bersama.

Menurutnya, kebijakan proteksionis seperti ini hanya akan merugikan semua pihak, bukan hanya negara yang dikenakan tarif.

"Semakin banyak negara yang menentang kebijakan tarif AS dan tindakan sepihak lainnya. Proteksionisme hanya akan menciptakan ketidakpastian dan merusak kepentingan bersama rakyat dunia," ujar Guo Jiakun.

Pemerintah China juga menegaskan bahwa mereka akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan dan hak sah negara mereka.

"Perang dagang dan tarif tidak akan membawa pemenang, hanya merugikan ekonomi global," tambah Guo Jiakun.

Kebijakan tarif tambahan yang dikenakan oleh AS terhadap produk impor juga telah mendapat kritik dari pakar ekonomi yang memperingatkan, ini bisa menyebabkan harga barang-barang impor menjadi lebih mahal dan mengurangi daya saing produk di pasar global.

Selain itu, kebijakan ini juga menciptakan ketidakpastian di kalangan pelaku bisnis, yang mungkin enggan berinvestasi atau memperluas usaha mereka karena takut akan adanya pembalasan dari negara lain.

Trump juga telah mengumumkan tarif tambahan 25 persen pada mobil yang diproduksi di luar AS dan tarif 25 persen pada seluruh impor baja dan aluminium, serta bea tambahan sebesar 20 persen terhadap barang-barang asal China.

Baca Juga: Surya Paloh Ungkap Alasan NasDem Tak Isi Kursi Kabinet Prabowo: Kami Tahu Diri dan Ada Budaya Malu

Para analis memperkirakan bahwa kebijakan tarif ini berpotensi memperburuk ketegangan perdagangan internasional yang sudah memanas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.