Akurat

Malaria Mengancam Kongo? Ini Jenisnya dan Daerah yang Berisiko Terjangkit

Akurat.co | 7 Maret 2025, 14:23 WIB
Malaria Mengancam Kongo? Ini Jenisnya dan Daerah yang Berisiko Terjangkit

AKURAT.CO Lebih dari 1300 pasien terserang sebuah penyakit di Provinsi Barat Laut Equateur, Republik Demokratik Kongo. Kasus pertama dilaporkan pada 9 Februari 2025 ke otoritas kesehatan negara tersebut.

Penderita penyakit di wilayah tersebut melaporkan beberapa gejala yang mirip seperti demam, menggigil, sakit kepala, dan penyakit lain yang umum. World Health Organization (WHO) menduga, penyakit tersebut bisa saja merupakan malaria.

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan sebuah parasit yang dibawa oleh nyamuk. Selain gejalanya yang terlihat seperti penyakit pada umumnya, penyakit ini biasa menyerang orang di daerah tropis dan subtropis.

Baca Juga: Wagub DKI Harap Kontingen PON Tidak Bawa Covid-19 dan Malaria ke Jakarta

Berikut ini jenis-jenis malaria dan daerah paling rawan terjangkit penyakit tersebut.

Jenis-Jenis Malaria

Malaria merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Parasit penyebab malaria juga berbeda-beda, sehingga malaria dibedakan berdasarkan parasitnya.

1. Plasmodium vivax (Pv)

Malaria jenis ini merupakan yang paling umum dan banyak tersebar di seluruh dunia. Meski begitu, malaria jenis ini tidak berakibat fatal, tetapi akan sangat melemahkan daya tahan tubuh si penderitanya.

Salah satu gejala yang disebabkan malaria jenis ini adalah rasa lelah berlebihan dan demam.

2. Plasmodium ovale (P.o)

Berbeda dengan yang sebelumnya, plasmodium ovale adalah salah satu jenis malaria yang paling jarang ditemukan. Namun, kasusnya banyak ditemukan di negara Afrika seperti Ghana dan Nigeria.

Buruknya lagi, parasit jenis ini dapat menetap di hati hingga empat tahun. Karenanya, penyakit ini dapat kambuh kapan saja.

3. Plasmodium malariae (P.m)

Malaria jenis ini adalah yag paling jarang terjadi. Namun, parasit penyebabnya biasa ditemukan di kawasan Amerika Selatan, Afrika, dan Asia Tenggara. Gejalanya juga sama dengan penyakit umumnya seperti demam dan menggigil.

4. Plasmodium falciparum (P.f)

Plasmodium Falciparum atau biasa dikenal dengan sebutan malaria tropika merupakan penyakit malaria yang memiliki dampak cukup parah. Bukan tanpa alasan, jika dibiarkan penyakit ini bisa menyerang otak dan sistem saraf yang menyebabkan kejang-kejang parah hingga kelumpuhan.

5. Plasmodium knowlesi (P.k)

Terakhir adalah jenis malaria pada primata. Meski begitu, parasitnya juga dapat masuk ke tubuh manusia. Parasit malaria jenis ini biasanya ditemukan di kera ekor panjang dan ekor babi.

Baca Juga: Dulu Alami 30 Juta Kasus per Tahun, China Kini Resmi Dinyatakan Bebas Malaria

Daerah Paling Rawan Terjangkit Malaria

Seperti yang sudah disebutkan di awal, nyamuk penyebab malaria biasa bertahan hidup di wilayah dengan iklim tropis dan subtropis. Tak hanya itu, salah satu faktor penyebaran malaria adalah suhu tinggi.

Nyamuk penyebab malaria senang hidup di daerah dengan suhu 17 hingga 35 derajat celcius. Parasit plasmodium juga berkembang lebih baik dalam tubuh yang suhu di sekitarnya panas.

Oleh karena itu, daerah paling rawan terserang malaria adalah daerah seperti Afrika sub-Sahara, Asia Tenggara, Asia Selatan, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan bagian utara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Akurat.co
R