Akurat

UNICEF Serukan Gencatan Senjata demi Selamatkan Nyawa Bayi di Gaza

Arief Rachman | 1 Januari 2025, 22:54 WIB
UNICEF Serukan Gencatan Senjata demi Selamatkan Nyawa Bayi di Gaza

AKURAT.CO Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) kembali menyerukan gencatan senjata segera di Gaza untuk menyelamatkan ribuan nyawa anak-anak Palestina yang terancam akibat konflik berkepanjangan.

Lebih dari setahun genosida yang dilakukan Israel telah menewaskan ribuan anak, termasuk tujuh bayi yang dilaporkan meninggal karena kedinginan dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataan di platform X pada Selasa (31/12/2024), UNICEF mengungkapkan bahwa situasi di Gaza kian memburuk dengan meningkatnya kebutuhan mendesak akan pakaian hangat, selimut, dan tempat tinggal yang layak bagi keluarga pengungsi.

Meskipun bantuan telah disalurkan, jumlah pengungsi yang sangat besar membuat kebutuhan tersebut sulit terpenuhi.

Musim dingin ekstrem semakin menambah penderitaan warga Gaza yang telah kehilangan tempat tinggal akibat konflik.

Baca Juga: Lanjutkan Legacy Sang Ayah, Emmanuel Pacquiao Jr Segera Lakoni Debut Tinju Profesional

Banjir dalam beberapa hari terakhir melanda tenda-tenda pengungsi di daerah seperti Deir al Balah, al-Mawasi, dan Khan Younis, menyebabkan puluhan keluarga kehilangan satu-satunya perlindungan mereka.

Sementara itu, laporan UNICEF menyebutkan bahwa lebih dari 96 persen perempuan dan anak-anak di Gaza tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Kondisi ini diperburuk oleh merebaknya penyakit akibat minimnya perlindungan terhadap cuaca dingin dan buruknya sanitasi.

UNICEF menyatakan tahun 2024 sebagai salah satu tahun terburuk dalam sejarah bagi anak-anak di zona konflik.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, menyebutkan, sekitar 473 juta anak di seluruh dunia, termasuk Gaza, terjebak dalam situasi perang. Angka ini setara dengan satu dari enam anak di dunia.

“Dari berbagai indikator, 2024 mencatat salah satu tahun paling kelam bagi anak-anak, baik dari jumlah yang terdampak maupun tingkat penderitaan mereka,” ungkap Catherine.

Baca Juga: Demokrat Dukung PPN Selektif: Fokus pada Masyarakat Atas, Bukan Rakyat Jelata

Lebih dari 17.000 anak dilaporkan meninggal dalam 15 bulan terakhir akibat serangan Israel di Gaza.

Jutaan lainnya hidup dalam kondisi yang tidak layak, menghadapi kelaparan, penyakit, dan ancaman cuaca ekstrem tanpa perlindungan memadai.

Rosalia Bolen, juru bicara UNICEF, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kebutuhan mendasar anak-anak Gaza, termasuk makanan, pakaian musim dingin, dan obat-obatan, hampir sepenuhnya tidak terpenuhi.

UNICEF mendesak dunia internasional untuk segera bertindak, termasuk menghentikan konflik yang terus berlangsung dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau mereka yang membutuhkan.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Libur Nataru Diprediksi Terjadi Hari Ini

Gencatan senjata, menurut UNICEF, adalah langkah pertama yang harus dilakukan untuk menyelamatkan generasi mendatang di Gaza.

Tragedi yang melanda Gaza menjadi pengingat bagi dunia bahwa anak-anak adalah korban terbesar dalam konflik ini.

Dengan seruan tegas UNICEF, diharapkan ada langkah nyata untuk mengakhiri penderitaan ini dan memulihkan martabat manusia di tengah krisis kemanusiaan yang mendalam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.