Akurat

Amarah Prabowo Memuncak Soroti Perselisihan Internal Negara-negara Muslim Soal Palestina

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Desember 2024, 11:26 WIB
Amarah Prabowo Memuncak Soroti Perselisihan Internal Negara-negara Muslim Soal Palestina

AKURAT.CO Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti isu perselisihan yang kerap terjadi di antara negara-negara muslim dalam sesi khusus terkait Palestina dan Lebanon pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 Developing Eight (D-8). Kegiatan ini berlangsung di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).

Menurut Prabowo, perselisihan internal ini menjadi salah satu penyebab mengapa negara-negara muslim tidak dihormati di kancah internasional.

Situasi tersebut juga dinilai membuat sulit bagi negara-negara muslim untuk memberikan pengaruh dalam menyelesaikan konflik di kawasan seperti Palestina.

"Realitas situasi ini adalah bahwa dunia muslim tidak dihormati, populasi muslim di dunia mencapai 2 miliar orang, yaitu 25% dari populasi dunia," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pemimpin dunia, seperti Presiden Mesir Abdul Fattah El-Sisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, dan kepala negara lainnya.

Prabowo juga menyoroti bahwa meskipun negara-negara muslim memiliki sumber daya besar, potensi tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal jika terus terjadi perpecahan.

Hal ini, menurutnya, membuat dunia muslim hanya mampu memberikan deklarasi dukungan dan bantuan kemanusiaan tanpa tindakan nyata yang lebih signifikan.

"Kita sering berselisih di antara kita sendiri, dan ketika saudara-saudara kita dihancurkan maka hanya (bisa) memberikan deklarasi dukungan dan kemudian mengirimkan bantuan kemanusiaan," kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Siap Ampuni Koruptor, Bahlil: Terobosan Hukum yang Bagus

Ia juga mengingatkan bahwa politik adu domba atau divide et impera yang telah berlangsung selama ribuan tahun menjadi salah satu penyebab utama terpecahnya negara-negara muslim.

"Setiap hari kita melihat Sudan, pemimpin muslim melawan pemimpin muslim. Kita melihat Libya, pemimpin muslim melawan pemimpin muslim. Kita melihat Yaman, pemimpin muslim melawan pemimpin muslim. Kapan ini berakhir? Kapan kita bisa membantu Palestina jika kita harus berselisih di antara kita sendiri?" ujarnya.

Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia selalu berupaya memberikan dukungan terbaik kepada Palestina. Namun, ia menegaskan bahwa tanpa persatuan dan kerja sama di antara negara-negara muslim, suara mereka tidak akan didengar di tingkat global.

"Indonesia telah berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang bisa kami lakukan. Tapi saya menyerukan persatuan. Saya menyerukan kerja sama. Saya menyerukan agar negara-negara muslim menyadari bahwa kita tidak dihormati, suara kita tidak didengarkan," tegasnya.

Pidato Prabowo ini menjadi salah satu sorotan utama dalam KTT D-8, sebagai ajakan untuk merefleksikan kembali pentingnya solidaritas dunia muslim dalam menghadapi tantangan global, termasuk dalam mendukung perjuangan Palestina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.