Akurat

Tiba di Peru, Prabowo Disambut Meriah dengan Pasukan Jajar Kehormatan

Rizky Dewantara | 14 November 2024, 16:51 WIB
Tiba di Peru, Prabowo Disambut Meriah dengan Pasukan Jajar Kehormatan

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Fuerza Aérea del Perú disambut meriah dengan pasukan jajar kehormatan, Rabu (13/11) malam waktu setempat. Kunjungan ini untuk melanjutkan kunjungan kerjanya, setelah dari China dan Amerika Serikat.

Saat Prabowo turun dari pesawat, dia disambut dengan karpet merah oleh sejumlah pejabat tinggi Peru. Di antaranya Menteri Pertanian Peru Angel Manuel Campos, Komandan pangkalam Militer aerea Numerous dos Mayjen Julia Cecar Guteres dan Wakil KPN negara Peru Minestera Sandra pinto La Fuente.

Prabowo melempar senyum ramahnya dan menyalami mereka satu persatu. Dia juga sempat memberi salam hormat kepada seluruh pasukan jajar hormat.

Baca Juga: Pengamat : Lawatan Prabowo ke Luar Negeri Bangkitkan Kebanggaan Rakyat

Diketahui, Prabowo di Lima Peru dalam rangka menghadiri acara Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2024. Adapun, APEC merupakan wadah kerjasama ekonomi untuk negara-negara yang berada di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Organisasi APEC ini telah berdiri sejak November 1989 di negara Canberra dengan tujuan utamanya yakni membangun kerja sama ekonomi yang erat.

Sebeumnya, Lawatan Presiden RI Prabowo Subianto ke sejumlah negara mendapat respon positif di masyarakat. Prabowo telah mengunjungi China dan Amerika Serikat, untuk bertemu dengan presiden masing-masing negara.

Pengamat politik, Ujang Komaruddin, menilai rangkaian kunjungan kerja ini membangkitkan rasa bangga rakyat Indonesia dan masyarakat baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini dilihat dengan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan demi kegiatan Prabowo di lawatan ini.

"Jadi, kalau kita menganalisa dan mengamati apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo sebagai Presiden RI ke 8 itu membuat decak kagum bagi seluruh rakyat Indonesia bagaimana beliau punya pengalaman, punya hubungan baik dengan banyak negara, banyak tokoh dunia," tutur Ujang kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/11).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.