Akurat

Di Forum Parlemen G20, Puan Singgung Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan

Paskalis Rubedanto | 8 November 2024, 13:22 WIB
Di Forum Parlemen G20, Puan Singgung Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengingatkan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) menandakan visi besar, yaitu komitmen terhadap masa depan yang lebih sehat, sejahtera, dan berkelanjutan.

Dia menilai, pencapaian SDGs menghadapi tantangan besar di mana ketegangan geopolitik, kelaparan, kesenjangan dan krisis iklim semakin meningkat.

"Banyak negara berkembang menderita karena beban utang yang sangat besar. Komitmen untuk mencapai seluruh agenda pembangunan pada tahun 2030 telah dirusak oleh berbagai kejadian yang tidak menguntungkan," ujar Puan dalam G20 Parliamentary Speaker's Summit (P20) ke-10 yang digelar di Brasil, Amerika Selatan, Kamis (7/11/2024). 

Baca Juga: Ketua DPR Angkat Isu Kelaparan Akibat Perang pada Forum Parlemen G20

"Belum lagi perang di Ukraina, krisis politik di Myanmar, serta bombardir dan serangan Israel yang tiada henti di Gaza, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak," lanjutnya.

Dia mengatakan, jam terus berdetak dan kelambanan seharusnya tidak dapat diterima. Menurutnya, kemunduran yang mengancam pencapaian SDGs ini harus diatasi sekarang dengan cara kolektif. Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 menuntut partisipasi penuh Parlemen untuk menjadi agen perubahan untuk mencapai semua tujuan.

"Kita, parlemen, harus menggunakan kewenangan kita secara efektif untuk mengadopsi undang-undang yang relevan yang menjunjung tiga pilar pembangunan berkelanjutan, yaitu keberlanjutan ekonomi, sosial dan lingkungan," ungkap Puan.

Menurutnya, parlemen setiap negara harus mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mencapai SDGs. Selain itu, parlemen juga harus merumuskan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yang mampu menghasilkan pertumbuhan tinggi dan sekaligus tidak menambah kesenjangan.

"Indonesia berkomitmen untuk mencapai SDGs tepat waktu. SDGs sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045 menjadi negara yang berdaulat, maju, adil dan makmur pada tahun 2045," sebutnya.

Namun, upaya nasional saja tidak cukup karena tindakan global sangat diperlukan. Oleh karenanya, diplomasi parlemen seperti P20 ini disebut memainkan peran penting dalam mendorong kerja sama global untuk mengatasi permasalahan besar abad ke-21.

Baca Juga: Ketua DPR Bangun Hubungan dengan Parlemen Chili: Tekankan Isu Demokrasi, Pembangunan dan Kesetaraan Gender

"Parlemen negara-negara anggota G20 perlu berkontribusi dalam membangun tiga pendorong pembangunan yaitu keuangan, iklim, dan perdamaian. Mereka menjadi penggerak untuk mencapai kemajuan dalam implementasi SDGs," urai Puan.

Lebih rinci, soal isu perekonomian di mana parlemen anggota G20 dianggap perlu memobilisasi sumber daya keuangan, termasuk dari sektor swasta, untuk fokus menangani prioritas pembangunan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

"Kita juga harus mempertajam alokasi anggaran secara nasional dan global agar dapat dibelanjakan untuk kebutuhan riil masyarakat miskin," tegasnya.

Selain itu, aksi untuk mengatasi perubahan iklim harus semakin ditingkatkan. Hal ini mengingat, dampak negatif perubahan iklim terhadap kelompok paling rentan, khususnya masyarakat miskin sangat besar.

Dia meminta, agar parlemen mengajukan rencana aksi iklim yang ambisius. Pada saat yang sama, parlemen diingatkan untuk mendukung transisi energi ramah lingkungan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

"Transisi energi ramah lingkungan dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan," tutur Puan.

Selanjutnya, Puan menekankan pentingnya upaya terciptanya perdamaian dunia sebab tidak ada pembangunan berkelanjutan tanpa perdamaian.

"Semua kemajuan pembangunan kita dengan cepat tersapu oleh perang dan konflik yang terus-menerus. Selain itu sumber daya yang sangat kita perlukan untuk memberi makan masyarakat miskin dan mendidik anak-anak kita terbuang sia-sia untuk belanja militer," urainya.

Di sesi kedua ini, Puan lagi-lagi mengajak seluruh negara P20 yang hadir untuk mendorong perdamaian konfik Gaza hingga Ukraina dan sekitarnya. Menurutnya gencatan senjata sudah sangat diperlukan, dan semua bisa memberikan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di Gaza.

"Terakhir, ketika dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik dan fragmentasi yang meningkat, saya menyerukan kepada para pemimpin Parlemen anggota G20 untuk mengatasi perpecahan, mengakhiri perang, dan berinvestasi dalam pembangunan berkelanjutan," beber Puan.

"Dan inilah saatnya untuk menepati janji Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi generasi masa depan. Hanya dengan bekerja sama, kita dapat mencapai hal yang mustahil dan tidak meninggalkan siapa pun," tutup Puan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.