Akurat

Terdampar di Luar Angkasa, Astronot Sunita Williams Beri Pesan Optimisme Saat Perayaan Diwali

Yohanes Antonius | 1 November 2024, 21:45 WIB
Terdampar di Luar Angkasa, Astronot Sunita Williams Beri Pesan Optimisme Saat Perayaan Diwali

AKURAT.CO Seorang astronot NASA asal India, Sunita Williams, sedang menjalankan misi di luar angkasa.

Ia menyampaikan ucapan kepada orang-orang yang merayakan festival Diwali kepada masyarakat di Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Saat ini, ia sudah lima bulan terdampar di luar angkasa.

Sejak 5 Juni 2024, Sunita Williams dan Butch Wilmore telah menjadi penghuni Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Peluncuran mereka menggunakan pesawat Starliner milik Boeing menandai tonggak sejarah baru dalam perjalanan antariksa berawak.

Jauh di atas Bumi, Sunita Williams merasakan kehangatan perayaan Diwali.

Ia mengenang masa kecilnya saat belajar tentang makna Diwali dari ayahnya dan merasakan kebanggaan akan warisan budayanya.

Dalam pesan videonya, Sunita Williams menyampaikan semangat optimisme dan pembaharuan yang melekat pada perayaan Diwali.

Baca Juga: NewJeans Jadi Brand Ambassador Baru, Enggak Perlu ke Korea Kora Ramyoen Bisa Kamu Temukan di Indomie

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden AS, Joe Biden, dan Wakil Presiden AS, Kemala Harris, atas dukungan mereka terhadap perayaan Diwali tersebut.

Pesan ini semakin bermakna karena bertepatan dengan perayaan Diwali yang istimewa di Gedung Putih.

Sementara ia sendiri menjalankan misi panjang di Stasiun Luar Angkasa Internasional bersama Butch Wilmore sejak Juni lalu.

"Salam dari ISS. Saya ingin menyampaikan ucapan selamat Diwali yang terhangat kepada semua orang yang merayakan hari ini di Gedung Putih dan di seluruh dunia," ungkapnya, dikutip dari The Indian Express, Jumat (1/11/2024).

Informasi lebih lanjut, Sunita Williams dan Butch Wilmore seharusnya sudah kembali ke Bumi pada Juni lalu. 

Baca Juga: Puluhan Sepeda Motor Ini Siap Dicoba Pengunjung IMOS 2024

Namun, kini astronot tersebut ternyata harus bertahan di ISS lebih lama dari yang direncanakan.

Masalah teknis pada kapsul Starliner Boeing memaksa NASA untuk mencari alternatif, yaitu menggunakan kapsul Crew Dragon milik SpaceX untuk mengevakuasi kedua astronot tersebut. (Maulida Sahla Sabila)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
W
Editor
Wahyu SK