Akurat

Israel Terus Serang Gaza Utara di Tengah Blokade Ketat

Mukodah | 21 Oktober 2024, 21:30 WIB
Israel Terus Serang Gaza Utara di Tengah Blokade Ketat

AKURAT.CO Israel meningkatkan serangan di Gaza bagian utara pada Senin (21/10/2024).

Di tengah blokade ketat yang menghentikan masuknya makanan, air, bahan bakar dan obat-obatan.

Kendaraan militer Israel dilaporkan berada di dekat Rumah Sakit Indonesia, daerah telekomunikasi dan Bundaran Tawam.

Saksi melaporkan bahwa terdengar tembakan senjata secara sporadis.

Sejumlah saksi mata juga melaporkan serangan udara dan tembakan artileri Israel terus berlanjut selama 17 hari berturut-turut.

Dengan fokus pada Gaza utara, khususnya kamp pengungsi Jabalia yang masih berada di bawah pengepungan.

Pesawat-pesawat tempur Israel meluncurkan sejumlah serangan udara di daerah Saftawi, Kamp Jabalia dan Beit Lahia di Jalur Gaza utara.

Baca Juga: Menpora Sebut Ketokohan Taufik Hidayat sebagai Wakil Menteri Bakal Ciptakan Atmosfer Positif

"Pasukan pendudukan terus membunuh semua yang hidup di Gaza utara. Menghancurkan dan meruntuhkan rumah-rumah hunian," kata Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan, pasukan Israel menggunakan taktik pengepungan dan kelaparan di Kamp Jabalia.

Juga mencegah tim darurat mencapai kamp dan daerah utara lainnya untuk mengevakuasi korban luka.

Dikutip dari Anadolu, sumber medis mengatakan bahwa dua warga Palestina tewas dan lainnya terluka akibat serangan artileri yang menargetkan rumah-rumah di daerah Saftawi.

Tentara Israel juga terus menghancurkan dan membakar bangunan-bangunan hunian di Kamp Jabalia bagian barat dan Beit Lahia.

Sebelumnya, tentara Israel menyerang Gaza utara dengan mengeklaim bahwa hal tersebut untuk mencegah pejuang Hamas bangkit kembali di wilayah itu.

Baca Juga: Wamenlu Arif Havas Oegroseno Pastikan Indonesia Tetap Berperan Positif di Kancah Internasional

Namun, warga Palestina menyebut bahwa Israel berupaya menduduki wilayah tersebut dan secara paksa mengusir para penduduknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK