Akurat

Mesir, Eritrea dan Somalia Perkuat Aliansi di Tengah Ketegangan dengan Ethiopia

Petrus C. Vianney | 13 Oktober 2024, 15:00 WIB
Mesir, Eritrea dan Somalia Perkuat Aliansi di Tengah Ketegangan dengan Ethiopia

AKURAT.CO Para pemimpin Mesir, Somalia dan Eritrea, yang memiliki hubungan tegang dengan Ethiopia, baru saja menggelar pertemuan di Asmara, ibu kota Eritrea.

Pertemuan ini menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara di kawasan tersebut, yang dianggap sebagai sindiran terhadap ambisi Ethiopia untuk mendapatkan akses ke laut.

Ketegangan diplomatik antara Somalia dan Ethiopia baru-baru ini membuat Somalia semakin mendekat dengan Mesir dan Eritrea, yang memiliki konflik lama dengan Ethiopia.

Analis menganggap pertemuan ini sebagai upaya untuk meningkatkan tekanan terhadap Addis Ababa, ibu kota Ethiopia.

"Ini adalah poros melawan (ibukota Ethiopia) Addis Ababa," ujar Hassan Khannenje, direktur Institut Internasional Horn untuk Studi Strategis, dikutip dari Bbc.com, Jumat (11/10/2024).

Baca Juga: Somalia Terancam Bencana Kelaparan Terbesar dalam Setengah Abad, PBB Siapkan Dana Rp34 Triliun

Namun, Somalia membantah tudingan ini, menyatakan bahwa pertemuan hanya membahas kerja sama antara ketiga negara.

"Addis Ababa adalah tetangga kami yang telah bekerja sama bersama untuk waktu yang lama, meskipun kemudian kepemimpinan mereka muncul dengan faktor ketidakstabilan di wilayah tersebut," kata Menteri Informasi Somalia Daud Aweis.

Dalam foto yang dirilis oleh Eritrea, Presiden Isaias Afwerki terlihat berjabat tangan dengan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi dan Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud.

Ketiga pemimpin sepakat untuk memperkuat institusi negara Somalia dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal, serta memberdayakan militer Somalia dalam memerangi terorisme.

Meskipun hubungan Ethiopia dan Eritrea sempat membaik setelah penandatanganan deklarasi perdamaian pada 2018, ketegangan kembali muncul setelah perang saudara di wilayah Tigray, Ethiopia, berakhir pada 2022.

Pernyataan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed tahun lalu tentang keinginan negaranya untuk mendapatkan akses ke Laut Merah turut memperburuk hubungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.