Semakin Membara, Hizbullah Nyatakan Fase Baru Pertempuran Terbuka dengan Pasukan Israel!

AKURAT.CO Usai Israel menjadi tersangka atas penyebab ledakan pager yang membunuh puluhan orang dan ratusan anggota Hizbullah di Lebanon, kini membuat pertempuran semakin panas.
Terbaru, Israel melakukan serangan udara lagi ke Beirut pada Jumat (20/9/2024), yang bertujuan untuk menyerang komandan tertinggi Hizbullah dan orang penting lainnya di kota tersebut.
Akibat dari serangan udara tersebut dilaporkan telah membunuh Ibrahim Aqil, seorang pimpinan Hizbullah, bersama dengan anggota senior dari unit elit Hizbullah lainnya, di Beirut.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, kelompok Syiah Lebanon, Hizbullah, telah memasuki fase baru dalam ketegangan yang semakin memanas dengan Israel.
Baca Juga: Mengenal Sosok Ibrahim Aqil, Komandan Hizbullah yang Tewas di Tangan Israel, Pernah Diburu Amerika
“Kita telah memasuki fase baru, yang disebut pertempuran terbuka. Ancaman tidak akan menghentikan kami… Kami siap menghadapi semua kemungkinan militer,” kata Naim Qassem pada upacara pemakaman komandan senior Hizbullah, Ibrahim Aqil.
Dikutip berbagai sumber, Senin (23/9/2024), Hizbullah menyatakan bahwa pasukannya berhasil menyerang fasilitas industri militer Israel Rafael di utara Haifa pada hari Minggu kemarin.
Serangan balasan tersebut merupakan tanggapan atas ledakan perangkat elektronik yang terjadi sepanjang minggu ini.
Sebelumnya, terjadi serangan udara Israel ke 1.000 target Hizbullah pada pekan lalu, serta ledakan ratusan pager dan walkie talkie lain yang membunuh puluhan orang dan melukai ribuan lainnya.
Sebagai balasan, Hizbullah menembakkan 100 roket ke Negeri Zionis. Dilaporkan bahwa puluhan roket menembus sistem pertahanan udara Israel dan iron dome, jatuh di Haifa dan menghancurkan bangunan beserta kendaraan.
"Ancaman tidak akan menghentikan kami... Kami siap menghadapi semua kemungkinan militer," kata Qassem.
Ini merupakan pernyataan pertama dari seorang pejabat senior dalam kelompok Hizbullah sejak kematian kepala Pasukan Radwan elit Hizbullah, Ibrahim Aqil, dalam serangan di pinggiran selatan Beirut.
Serangan itu membunuh setidaknya 16 anggota Hizbullah, dan Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan 45 orang tewas, termasuk warga sipil.
Awal pekan lalu, Israel mengumumkan alasan perluasan tujuan perang mereka. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji untuk memulangkan penduduk Israel utara yang mengungsi karena pertempuran dengan Hizbullah, sejak serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023 lalu.
Menteri pertahanan, Yoav Gallant, mengatakan bahwa pasukan Israel akan terus mengejar tujuan perang mereka.
"Tindakan militer akan terus berlanjut hingga kita mencapai titik di mana kita dapat memastikan kembalinya masyarakat utara Israel ke rumah mereka dengan aman," katanya.
Perang tanpa batas terus terjadi, bahkan hampir setiap hari Hizbullah saling serang dengan pasukan Israel di wilayah perbatasan itu.
Hizbullah adalah organisasi politik di Lebaon dan memiliki perwakilan di parlemen yang mendukung Hamas, kelompok Palestina yang berperang dengan Israel.
Dengan pernyataan Naim Qassem itu, maka pertempuran terbuka Hizbullah dengan pasukan Israel akan terus terjadi tanpa batas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









