Akurat Logo

Mengenal Sosok Ibrahim Aqil, Komandan Hizbullah yang Tewas di Tangan Israel, Pernah Diburu Amerika

Rahmat Ghafur | 23 September 2024, 09:00 WIB
Mengenal Sosok Ibrahim Aqil, Komandan Hizbullah yang Tewas di Tangan Israel, Pernah Diburu Amerika

AKURAT.CO Salah satu komandan senior Hizbullah sekaligus kepala Pasukan Radwan, Ibrahim Aqil, tewas dalam serangan Israel di Beirut, Lebanon, pada Jumat (20/9/2024).

Pihak Hizbullah telah mengonfirmasi tewasnya Ibrahim Aqil dalam serangan tersebut.

Baca Juga: Milisi Irak Klaim Serangan ke Target Vital di Israel Sebagai Solidaritas untuk Palestina

Beberapa jam setelah Israel mengumumkan bahwa mereka telah membunuh seorang komandan tinggi dari kelompok paramiliter Lebanon tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, serangan tersebut mengakibatkan setidaknya 14 orang tewas dan 66 lainnya terluka, berdasarkan data awal Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon.

Lalu siapa Ibrahim Aqil, Komandan Hizbullah yang tewas dalam serangan Israel tersebut? Berikut ini informasi selengkapnya.

Aqil bergabung dengan Hizbullah pada 1980-an dan bertanggung jawab atas serangan di luar Lebanon.

Sebagai pejabat militer senior yang jarang tampil di publik, ia dikenal sebagai Tahsin dan merupakan anggota badan militer tertinggi Hizbullah.

Aqil juga terlibat dalam penangkapan tawanan Amerika dan Jerman pada 1980-an.

Di sisi lain, pasukan Radwan merupakan garda terdepan dalam pertempuran Hizbullah melawan Israel.

Aqil pernah mengalami cedera akibat ledakan pada hari Selasa dan telah meninggalkan rumah sakit pada hari Jumat, lapor surat kabar Israel, Haaretz.

Pada 21 September, Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan pertemuan lebih dari 20 pejabat dari unit khusus Pasukan Radwan.

Ini merupakan serangan kedua dalam dua bulan yang menargetkan komandan Hizbullah di Beirut, setelah sebelumnya Fuad Shukr tewas dalam serangan udara Israel pada Juli lalu.

Pernah Diburu AS

Aqil pernah menjadi target pengejaran oleh AS, yang menawarkan imbalan sebesar 7 juta dolar AS (setara Rp106 miliar) atas keterlibatannya dalam dua pengeboman truk di Beirut pada tahun 1983, yang mengakibatkan lebih dari 300 korban jiwa di kedutaan Amerika dan barak Marinir AS.

Baca Juga: Serangan Israel di Beirut Tewaskan 38 Orang, Termasuk Anak-anak dan Wanita

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.