Akurat Logo

Serangan Israel di Beirut Tewaskan 38 Orang, Termasuk Anak-anak dan Wanita

Petrus C. Vianney | 22 September 2024, 17:20 WIB
Serangan Israel di Beirut Tewaskan 38 Orang, Termasuk Anak-anak dan Wanita

AKURAT.CO Serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Jumat (20/9/2024) telah menewaskan sedikitnya 38 orang, termasuk tiga anak-anak dan tujuh wanita.

Menteri Kesehatan Lebanon, Firass Abiad, menyampaikan bahwa serangan tersebut juga melukai lebih dari 60 orang dan menghancurkan dua bangunan di daerah Dahiya saat jam sibuk.

Di antara korban tewas, tiga anak-anak berusia empat, enam dan sepuluh tahun. Tim penyelamat masih mencari 17 orang yang diduga terperangkap di bawah reruntuhan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Lebanon, Ali Hamieh, mengecam serangan tersebut sebagai 'kejahatan perang' dan menuduh Israel memprovokasi wilayah tersebut untuk berperang.

Sementara itu, militer Israel menyatakan bahwa serangan mereka ditargetkan pada anggota elit Hizbullah, Radwan, yang berada di daerah tersebut. Mereka mengklaim bahwa setidaknya 16 anggota Hizbullah tewas.

Hizbullah mengonfirmasi bahwa dua komandan tertinggi mereka, Ibrahim Aqil dan Ahmad Mahmoud Wahabi, termasuk di antara korban tewas, bersama dengan 12 anggota lainnya.

Serangan ini merupakan bagian dari ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan Hizbullah, terutama di wilayah perbatasan.

Ketegangan ini telah memicu kekhawatiran di kalangan warga Lebanon mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya, dengan banyak yang khawatir tentang tindakan balasan Israel.

Ibrahim Fraihat, profesor resolusi konflik internasional di Institut Doha, memperingatkan bahwa serangan ini menambah daftar pelanggaran hukum kemanusiaan internasional, yang semakin diperparah dengan kurangnya tanggapan dari komunitas internasional.

"Apa yang kita lihat di Lebanon membawa rasa tidak hormat terhadap hukum kemanusiaan internasional ke tingkat baru," kata Fraihat, dikutip dari Aljazeera.com, Minggu (22/9/2024).

Sementara itu, Israel juga meluncurkan serangan ke utara Lebanon sebagai respons terhadap tembakan roket dari Hizbullah. Konflik ini menjadi yang paling intens sejak ketegangan lintas batas dimulai pada awal Oktober.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.