Akurat Logo

Kasus Influenza Naik, Menkes Pastikan Masih Terkendali

Ayu Rachmaningtyas | 16 September 2026, 22:05 WIB
Kasus Influenza Naik, Menkes Pastikan Masih Terkendali
Menkes, Budi Gunadi Sadikin, menyebut kondisi influenza yang dipantau pemerintah saat ini masih terkendali. - Foto: Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan mencatat kenaikan kasus influenza, yang terpantau melalui sistem pemantauan atau sentinel checking, di sejumlah rumah sakit.

Namun, kenaikan tersebut belum menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa kondisi influenza yang dipantau pemerintah saat ini masih terkendali. Kondisi saat ini belum mengarah pada kebutuhan darurat.

"Masih terkendali," katanya, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

"Ini bukan strain yang berbahaya ya. Jadi, kita sementara mau monitor terus. Kita kasih tahu daerah-daerahnya, agar kalau ada kenaikan dikasih tahu ke kita kalau ada yang benar-benar parah kondisinya," jelas Budi.

Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalent Mulai Digencarkan, Ini Alasan dan Dampaknya

Ia mengatakan, penyakit influenza memiliki pola musiman, sehingga peningkatan kasus pada periode tertentu merupakan hal yang biasa terjadi.

"Kita ada yang namanya sentinel checking. Jadi, rumah sakit-rumah sakit kita cek apakah ada kenaikan kasus influenza. Satu, memang ada kenaikan kasus influenza," ujarnya.

"Dua, yang masyarakat mesti tahu, influenza itu ada musimnya. Jadi, memang bulan-bulan ini pasti ada kenaikan," lanjut Budi.

Menurutnya, pemerintah belum menemukan perbedaan signifikan antara kenaikan kasus influenza dengan tahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, Kemenkes terus melakukan pemantauan jenis virus influenza yang terdeteksi untuk melihat apakah terdapat strain yang berbahaya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.