Israel dan Hizbullah Terlibat Baku Tembak di Tengah Meningkatnya Ketegangan Konflik di Gaza

AKURAT.CO Israel melancarkan serangan besar di Lebanon selatan pada Minggu (25/8/2024) pagi, menghancurkan ribuan peluncur roket Hizbullah yang didukung Iran.
Israel mengklaim telah menggunakan sekitar 100 jet tempur untuk menyerang lebih dari 40 lokasi di wilayah tersebut. Sebagai balasan, Hizbullah meluncurkan 320 roket dan drone ke wilayah Israel.
Konflik ini terus meningkat sejak perang antara Israel dan Hamas di Gaza dimulai pada 7 Oktober lalu. Hingga kini, lebih dari 560 orang dilaporkan tewas, sebagian besar pejuang Hizbullah, sementara di pihak Israel, 26 warga sipil dan 23 tentara menjadi korban.
Baca Juga: Update Perang di Gaza: Israel Lanjutkan Serangan, Pembicaraan Gencatan Senjata Mandek
Situasi di perbatasan Israel-Lebanon semakin memanas dengan serangan Israel yang merupakan yang terbesar sejak perang tahun 2006. Jet tempur Israel menghantam berbagai lokasi strategis di Lebanon, termasuk Kastil Beaufort dan daerah sekitarnya.
Hizbullah menyatakan serangannya sebagai pembalasan atas kematian komandan senior mereka, Fuad Shukr, yang tewas dalam serangan Israel sebelumnya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan langkah lanjutan untuk mengubah situasi di perbatasan utara.
"Apa yang terjadi hari ini bukanlah akhir dari cerita," ujar Perdana Menteri Israel, dikutip dari Bbc.com, Selasa (27/8/2024).
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, menyerukan penghentian serangan Israel dan mendukung upaya internasional untuk menengahi gencatan senjata di Gaza.
"Memegang serangkaian kontak dengan teman-teman Lebanon untuk menghentikan eskalasi," kata Perdana Menteri Lebanon.
Amerika Serikat (AS) juga menyatakan kekhawatirannya terhadap eskalasi konflik ini dan berharap pertempuran tidak berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









