Delapan Tentara Israel Tewas Saat Pertempuran Berlanjut di Rafah

AKURAT.CO Delapan tentara Israel tewas di Jalur Gaza selatan pada hari Sabtu kemarin ketika pasukan terus memasumi sekitar kota selatan Rafah.
Di sisi lain, serangan yang menghantam beberapa wilayah Gaza menewaskan di setidaknya 19 warga Palestina.
Para prajurit yang semuanya anggota unit teknik tempur itu berada di dalam kapal pengangkut lapis baja yang terkena ledakan bahan-bahan teknik yang dibawa di dalam kendaraan tersebut.
Tampaknya bertentangan dengan praktik standar, kata militer Israel. Dikatakan bahwa insiden dini hari di kawasan Tel al-Sultan di sebelah barat Rafah itu sedang diselidiki.
Sayap bersenjata kelompok militan Palestina, Hamas, mengatakan kendaraan tersebut terjebak di ladang ranjau yang telah disiapkan untuk memicu ledakan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Juni 2024: Inisiatif yang Bagus untuk Taurus Melangkah Maju!
Tank-tank Israel maju di Tel al-Sultan dan peluru-peluru mendarat di wilayah pesisir, tempat ribuan warga Palestina, banyak dari mereka telah mengungsi beberapa kali, mencari perlindungan.
Meskipun ada tekanan internasional yang meningkat untuk melakukan gencatan senjata, kesepakatan untuk menghentikan pertempuran masih terasa jauh, lebih dari delapan bulan sejak dimulainya perang pada bulan Oktober, dengan baku tembak lintas batas yang hampir setiap hari dengan pejuang milisi Hizbullah di Lebanon selatan semakin intensif.
Dalam serangan udara Israel terhadap dua rumah di pinggiran Kota Gaza, warga mengatakan sedikitnya 15 orang tewas.
Empat orang lainnya tewas dalam serangan terpisah di wilayah selatan, kata petugas medis.
Militer Israel pada hari Sabtu mengatakan pasukannya di Rafah telah menyita sejumlah besar senjata, baik di atas tanah maupun disembunyikan di jaringan terowongan luas yang dibangun oleh Hamas.
Dikatakan bahwa para militan pada hari Jumat telah menembakkan lima roket dari wilayah kemanusiaan di Gaza tengah, dua di antaranya jatuh di wilayah terbuka di Israel dan tiga lainnya gagal di Gaza.
Baca Juga: KPK Tegaskan Pencarian Harun Masiku Tidak Terkait Agenda Politik
“Ini adalah contoh lebih lanjut dari eksploitasi sinis terhadap infrastruktur kemanusiaan dan penduduk sipil sebagai perisai manusia oleh organisasi teror di Jalur Gaza atas serangan teroris mereka,” kata militer, dikutip Minggu (16/6/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








