Arab Saudi Hapus Peta Palestina dari Kurikulum Pendidikan, Diduga karena Hal Ini!

AKURAT.CO Arab Saudi tengah menjadi perbincangan masyarakat seluruh dunia. Hal ini karena negara tersebut baru-baru ini menghapus peta Palestina dari kurikulum pendidikan terbaru mereka.
Keputusan ini pertama kali dilaporkan oleh lembaga pemikir yang berbasis di Israel dan Inggris yaitu IMPACT-se. Laporan tersebut memperlihatkan adanya perubahan yang cukup besar dalam kurikulum saudi yang terbaru.
Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Diharapkan Bisa Memperluas Layanan Fast Track Haji di Indonesia
Mulai dari buku teks yang digunakan pada tahun ajaran sebelumnya hingga dalam terminologi. Dengan demikian, wilayah Palestina saat ini dibiarkan tidak bernama dalam peta Arab Saudi.
Selain itu, kata-kata yang dianggap "bermusuhan" terhadap Israel telah dihapus dari beberapa teks dalam kurikulum.
Istilah seperti "musuh" dan "musuh Zionis" dihilangkan, begitu juga dengan teks-teks yang memperingatkan tentang ambisi Israel di wilayah tersebut dan upaya untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka.
Perubahan peta Palestina dari kurikulum pendidikan diduga karena adanya perbincangan dengan Amerika Serikat mengenai upaya normalisasi hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv.
Pada awal bulan ini, Amerika Serikat mengumumkan sedang berupaya menormalisasi hubungan dengan Israel.
Di sisi lain, Riyadh menyatakan tidak akan menjadi perantara hubungan Israel sebelum negara Palestina terbentuk.
Sedangkan, Kepala Mitvim Institut Kebijakan Luar Negeri Israel, Nimrod Goren, memuji langkah besar yang dilakukan oleh Arab Saudi sehingga ini menunjukan keterbukaan dan toleransi bagi semua pihak.
“Prosesnya mirip dengan apa yang dilakukan UEA dan Bahrain pada dekade sebelum Kesepakatan Abraham, sebuah langkah yang sangat lambat dan bertahap yang mencerminkan toleransi dan normalisasi keterlibatan, menjadikannya lebih rutin dalam persepsi publik," pungkas Goren.
Palestina sendiri sedang menjadi sorotan usai Israel melakukan penyerangan di wilayah Rafah selama beberapa bulan ini. Bahkan, slogan 'All Eyes on Rafah' masih menggema di media sosial hingga saat ini.
Dengan demikian, keputusan Arab Saudi mengenai penghapusan nama Palestina di peta kurikulum terbaru menuai pro kontra dari masyarakat dunia.
Baca Juga: Netanyahu: Israel Bersiap untuk Mengambil Tindakan Tegas di Wilayah Perbatasan Lebanon
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








