Hari Ini, Iran Buka Pendaftaran Presiden untuk Gantikan Ebrahim Raisi yang Tewas Kecelakaan

AKURAT.CO Iran pada hari Kamis (30/5/2024) memulai pendaftaran kandidat untuk pemilihan umum awal bulan depan menyusul kematian Presiden Ebrahim Raisi dalam sebuah kecelakaan helikopter.
Setelah dipandang sebagai calon pengganti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, pengambil keputusan utama Iran yang sudah menua, kematian Raisi yang mendadak telah memicu perlombaan di antara kelompok-kelompok garis keras untuk mempengaruhi pemilihan pemimpin Iran berikutnya.
Baca Juga: 20 Kandidat Calon Presiden Iran, Gantikan Ebrahim Raisi yang Tewas Akibat Kecelakaan Helikopter
Setelah masa pendaftaran lima hari, Dewan Wali yang mengawasi pemilu dan legislasi, akan memeriksa kandidat yang mencalonkan diri sebagai presiden.
“Proses pemeriksaan akan memakan waktu tujuh hari dan kandidat yang memenuhi syarat akan memiliki waktu hampir dua minggu untuk melakukan kampanye pemilu,” kata Vahidi kepada TV pemerintah.
Dewan Penjaga akan mempublikasikan daftar kandidat yang memenuhi syarat pada 11 Juni.
Baca Juga: Profil Mohammad Mokhber, Presiden Sementara Iran yang Gantikan Ebrahim Raisi
Politisi moderat menuduh Dewan Wali yang beranggotakan 12 orang mendiskualifikasi kandidat-kandidat garis keras yang diperkirakan akan mendominasi pemilihan presiden mendatang.
Jumlah pemilih mungkin terdampak oleh pilihan terbatas pada surat suara dan meningkatnya ketidakpuasan terhadap serangkaian krisis politik, sosial dan ekonomi.
Di antara para pemimpin agama dan pejabat terpilih di Iran, Khamenei mempunyai keputusan akhir dalam semua urusan negara seperti kebijakan nuklir dan luar negeri.
Namun presiden terpilih akan bertanggung jawab mengatasi kesulitan ekonomi yang semakin parah.
Calon yang didaftarkan antara lain Parviz Fattah, mantan anggota Garda yang mengepalai dana investasi yang terkait dengan pemimpin tersebut, dan Saeed Jalili, mantan kepala perunding nuklir yang pada tahun 2001 memimpin kantor Khamenei selama empat tahun.
Presiden sementara Mohammad Mokhber dan mantan ketua parlemen serta penasihat Khamenei, Ali Larijani, juga disebutkan di media Iran sebagai kandidat yang mungkin.
Namun Larijani sendiri dilarang mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun 2021.
Selain itu, beberapa politisi moderat kemungkinan besar akan ikut serta dalam pemilihan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









