Akurat

Flu Burung Terdeteksi pada Sapi Perah untuk Pertama Kalinya di AS

Yusuf Tirtayasa | 1 April 2024, 15:47 WIB
Flu Burung Terdeteksi pada Sapi Perah untuk Pertama Kalinya di AS

AKURAT.CO - Sapi perah di beberapa bagian AS, termasuk Texas, Kansas dan New Mexico, telah ditemukan positif mengidap flu burung H5N1. Meskipun ini merupakan kejadian pertama kali di dunia, ahli kesehatan menegaskan bahwa risiko penularan kepada manusia tetap rendah.

Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), meskipun beberapa sapi perah terkena virus ini, pasokan susu komersial tetap aman untuk dikonsumsi. Meskipun ada penurunan produksi susu dan hilangnya nafsu makan pada sapi-sapi yang terkena, mereka cenderung pulih dalam waktu tujuh hingga 10 hari.

Peternak sapi perah pertama kali melaporkan gejala penyakit misterius sekitar tiga minggu lalu. Dokter hewan dan ahli biosekuriti mencatat bahwa sekitar 10 persen dari sapi perah yang menyusui tampaknya terinfeksi virus ini.

Meskipun demikian, USDA menegaskan bahwa susu dari sapi yang sehat yang diizinkan untuk masuk ke pasokan makanan, sementara susu dari hewan yang sakit akan dihancurkan atau dialihkan. Proses pasteurisasi juga dianggap efektif dalam membunuh virus dan bakteri.

Dikutip dari Metro.co.uk, Minggu (31/3/2024), pejabat AS menduga bahwa sapi-sapi ini mungkin tertular virus dari burung liar yang terinfeksi. Penyelidikan sedang dilakukan untuk memahami sumber penularan yang lebih jelas.

Flu burung biasanya tidak menular kepada manusia dan penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi. Hal ini biasanya ditularkan melalui kontak dekat dengan burung yang terinfeksi.

Walaupun kasus pada sapi dan kambing merupakan kejadian langka, penemuan flu burung pada berbagai spesies hewan memperkuat kebutuhan akan pemantauan dan tindakan pencegahan yang lebih ketat untuk melindungi kesehatan hewan dan manusia dari wabah yang mungkin terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.