Akurat

Walau Bulan Ramadhan, Netanyahu Kekeuh Lanjutkan Kampanye Militer di Rafah

Sulthony Hasanuddin | 13 Maret 2024, 12:57 WIB
Walau Bulan Ramadhan, Netanyahu Kekeuh Lanjutkan Kampanye Militer di Rafah

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan terus melanjutkan kampanye militernya ke Rafah di Jalur Gaza selatan, di tengah meningkatnya tekanan internasional.

"Kami akan menyelesaikan pekerjaan di Rafah sambil memungkinkan penduduk sipil untuk keluar dari bahaya," kata Netanyahu dalam sebuah pidato video di sebuah konferensi organisasi pro-Israel AIPAC di Washington, D.C, dikutip Rabu (13/3/2024).

Suara-suara semakin meningkat dan bergabung dalam seruan agar Israel tidak memasuki Rafah saat bulan Ramadhan, merupakan salah satu daerah terakhir yang relatif aman tempat 1,5 juta orang mencari perlindungan.

Baca Juga: The Body Shop Bangkrut, Terlilit Hutang Hingga Rp51 Miliar!

Komentar Netanyahu muncul ketika para pemimpin Uni Eropa berencana untuk mendesak Israel agar tidak melancarkan operasi darat di Rafah.

Desakan tersebut menurut rancangan kesimpulan dari pertemuan puncak yang akan datang.

"Dewan Eropa mendesak pemerintah Israel untuk menahan diri dari operasi darat di Rafah, di mana lebih dari satu juta orang Palestina saat ini mencari tempat yang aman dari pertempuran dan akses terhadap bantuan kemanusiaan," menurut rancangan kesimpulan KTT.

Baca Juga: Amerika Serikat Siap Kirim Paket Senjata Baru Senilai Rp4,6 Triliun untuk Bantu Ukraina

Teks tersebut akan membutuhkan persetujuan dari semua 27 pemimpin negara Uni Eropa untuk diadopsi pada KTT tanggal 21 dan 22 Maret.

Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Netanyahu lebih banyak merugikan Israel daripada membantu ketika melakukan perang dengan cara yang bertentangan dengan nilai-nilai negara.

Baca Juga: Viral Perilaku Kurnia Meiga Dibongkar Mantan Istri, Ahmad Bustomi 'Wanti-Wanti' Pesepakbola Junior

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.