Akurat

Netanyahu Manfaatkan Penembakan Massal di Sydney untuk Kecam Sikap Australia ke Palestina

Fitra Iskandar | 15 Desember 2025, 08:22 WIB
Netanyahu Manfaatkan Penembakan Massal di Sydney untuk Kecam Sikap Australia ke Palestina

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kecaman keras kepada Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyusul penembakan massal saat perayaan hari besar Yahudi di Sydney, Minggu waktu setempat. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk seorang warga negara Israel, dan memicu gelombang kecaman serta simpati dari berbagai negara.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menuding sikap Australia yang mendukung pengakuan Negara Palestina telah memperburuk sentimen antisemitisme. Ia mengklaim telah memperingatkan Albanese bahwa seruan untuk mendirikan negara Palestina justru menyiram bensin ke dalam api antisemitisme.

Sejak pecahnya perang Gaza menyusul serangan Hamas pada 2023, Netanyahu berulang kali mengaitkan meningkatnya kritik internasional terhadap ofensif militer Israel—termasuk dukungan terhadap solusi dua negara—dengan lonjakan insiden antisemitisme di berbagai belahan dunia.

Pada Minggu yang sama, sejumlah pejabat Israel mendesak pemerintah Australia agar mengambil langkah lebih tegas menyusul meningkatnya serangan antisemit. Namun, Netanyahu melangkah lebih jauh dengan mengaitkan langsung tragedi penembakan di Sydney dengan dukungan Canberra terhadap pembentukan Negara Palestina.

Australia diketahui menjadi salah satu negara yang secara resmi mengakui Negara Palestina pada September lalu, bertepatan dengan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kementerian Luar Negeri Palestina mencatat, hingga kini 159 negara telah mengakui Palestina. Mayoritas komunitas internasional menilai solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik puluhan tahun antara Israel dan Palestina.

Di sisi lain, pemerintahan Netanyahu menegaskan bahwa dorongan internasional untuk pengakuan Negara Palestina justru dianggap “memberi ganjaran” kepada Hamas.

Reaksi Dunia atas Penembakan di Australia

Jerman
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan dirinya “sangat terkejut” atas serangan tersebut. Ia menegaskan, “Ini adalah serangan terhadap nilai-nilai bersama kita. Antisemitisme harus dihentikan, baik di Jerman maupun di seluruh dunia.”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengaku ngeri atas insiden itu. “Hati saya bersama komunitas Yahudi di seluruh dunia pada hari pertama Hanukkah, sebuah perayaan tentang keajaiban perdamaian dan cahaya yang mengalahkan kegelapan,” ujarnya.

India
Perdana Menteri India Narendra Modi mengecam keras apa yang disebutnya sebagai “serangan teroris yang mengerikan” dan menyampaikan solidaritas kepada rakyat Australia di tengah duka mendalam.

World Jewish Congress
Presiden World Jewish Congress, Ronald Lauder, menegaskan bahwa tidak ada komunitas yang seharusnya hidup dalam ketakutan saat merayakan iman, tradisi, atau identitasnya. “Jangan salah, peristiwa ini tidak akan mematahkan kami,” katanya.

Australia
Di dalam negeri, kekhawatiran juga disuarakan tokoh agama setempat. Pendeta Anglikan Matt Graham mengatakan bahwa dirinya kerap melihat grafiti antisemit di sekitar lingkungan tempat tinggalnya di Sydney Timur. “Sebagai seorang Kristen, saya ingin menyatakan berdiri bersama rakyat Israel,” ujarnya kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC). Ia menambahkan, saat kejadian berlangsung, ia tengah memimpin kebaktian di Gereja Anglikan Bondi ketika warga yang panik berlarian masuk untuk mencari perlindungan.

Tragedi ini kembali menyoroti ketegangan global terkait konflik Israel-Palestina, sekaligus menguatkan seruan internasional untuk melawan antisemitisme dan segala bentuk kebencian berbasis identitas.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.