Netanyahu: Israel Tidak Akan Membayar Sepeserpun untuk Pembebasan Sandera Gaza

AKURAT.CO Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu dan Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich mengatakan bahwa Israel tidak akan membayar harga berapa pun untuk pemulangan para sandera yang masih ditahan di Gaza.
Pernyataan tersebut dikatakan keduanya di tengah-tengah negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengamankan pembebasan mereka.
Ketika ditanya tentang 134 sandera yang masih berada di Gaza, Smotrich mengatakan bahwa pemulangan mereka sangat penting namun mereka tidak dapat dibebaskan dengan harga berapa pun.
Baca Juga: Badan Pangan PBB Hentikan Sementara Pengiriman ke Gaza Utara
Ia menambahkan bahwa cara untuk membebaskan mereka adalah dengan meningkatkan tekanan militer di Gaza dan mengalahkan Hamas, kelompok bersenjata yang memerintah jalur yang diblokade tersebut.
Pernyataannya keduanya lantas menuai kecaman dari pemimpin oposisi Yair Lapid dan Menteri Benny Gantz serta memicu kemarahan sejumlah keluarga sandera yang selama ini berusaha meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk mencapai kesepakatan.
Tak lama setelah wawancara tersebut, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menerbitkan sebuah pernyataan yang menggemakan posisi Smotrich.
"Ada banyak tekanan terhadap Israel dari dalam dan luar negeri untuk menghentikan perang sebelum kita mencapai semua tujuan kita, termasuk kesepakatan untuk membebaskan para sandera dengan cara apa pun," kata Netanyahu, dikutip Rabu (21/2/2024).
Baca Juga: AS dan Rusia Akan Berbicara tentang Pendudukan Israel di ICJ
"Kami tidak bersedia membayar harga berapa pun, tentu saja bukan harga yang diminta Hamas, yang berarti kekalahan bagi negara Israel," tambahnya.
Pernyataan tersebut muncul ketika Amerika Serikat berencana untuk mengirim utusan Timur Tengahnya ke wilayah tersebut untuk melanjutkan pembicaraan antara AS, Mesir, Israel dan Qatar yang berusaha menengahi gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Baca Juga: 26 Negara Uni Eropa Peringatkan Israel Atas Serangan Bencana ke Rafah
Israel mengatakan bahwa 1.200 orang terbunuh dan 253 lainnya diculik ke Gaza dalam serangan yang dipimpin Hamas pada tanggal 7 Oktober di kota-kota tersebut.
Sejak saat itu, serangan udara, darat, dan laut Israel telah menewaskan hampir 29.000 warga Palestina dan ribuan lainnya terperangkap di bawah reruntuhan, menurut pihak berwenang Palestina, serta membuat sebagian besar daerah kantong yang diblokade itu hancur.
Pembebasan sandera yang paling signifikan sejauh ini terjadi selama satu-satunya jeda negosiasi selama satu minggu dalam perang pada bulan November, ketika Hamas membebaskan 110 warga Israel dan orang asing yang ditawannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








