Akurat

Pasukan Amerika Serikat dan Inggris Kembali Lancarkan Serangan di Yaman, Masih Jadikan Houthi sebagai Target

Sulthony Hasanuddin | 23 Januari 2024, 15:02 WIB
Pasukan Amerika Serikat dan Inggris Kembali Lancarkan Serangan di Yaman, Masih Jadikan Houthi sebagai Target

AKURAT.CO Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Inggris melakukan serangan baru di Yaman menjadikan sebuah tempat penyimpanan bawah tanah milik Houthi sebagai target.

Pasukan AS dan Inggris melakukan serangan pada Selasa (23/1/2024) dini hari WIB di delapan lokasi berbeda di Yaman, dengan dukungan dari Australia, Bahrain, Kanada, dan Belanda, menurut sebuah pernyataan bersama yang ditandatangani oleh keenam negara tersebut.

Seorang pejabat senior militer AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa sekitar 25 hingga 30 amunisi ditembakkan, termasuk dari pesawat tempur yang diluncurkan dari kapal induk mereka.

Sejauh ini, delapan kali serangan selama sebulan terakhir telah gagal menghentikan serangan Houthi terhadap pelayaran.

Baca Juga: Kanada Batasi Pelajar Asing, Ternyata Ini Alasan serta Dampaknya untuk Negara

Para pejabat AS mengatakan bahwa serangan-serangan tersebut telah menurunkan kemampuan Houthi untuk melakukan serangan-serangan yang kompleks.

Namun mereka menolak untuk memberikan angka spesifik mengenai jumlah rudal, radar, pesawat tanpa awak atau kemampuan militer lainnya yang telah dihancurkan sejauh ini.

Menteri Pertahanan Inggris, Grant Shapps mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan terbaru tersebut dilakukan untuk membela diri.

"Tindakan ini akan memberikan pukulan lain pada persediaan mereka yang terbatas dan kemampuan mereka untuk mengancam perdagangan global," kata Grant Shapps dikutip Selasa (23/1/2024).

Baca Juga: Napoli vs Inter Milan: Dramatis! Gol Lautaro Martinez Jadi Penentu Kemenangan Nerazzurri di Piala Super Italia

Sementara itu, Presiden Joe Biden mengatakan pada minggu lalu bahwa serangan udara akan terus berlanjut meskipun ia mengakui bahwa hak tersebut mungkin tidak akan menghentikan serangan Houthi.

Pekan lalu, Houthi meluncurkan dua rudal balistik anti-kapal ke sebuah kapal tanker milik AS yang menghantam air di dekat kapal tersebut namun tidak menyebabkan cedera atau kerusakan.

Strategi Biden yang muncul di Yaman bertujuan untuk melemahkan militan Houthi, namun tidak sampai pada upaya untuk mengalahkan kelompok tersebut atau secara langsung menghadapi Iran yakni sponsor utama Houthi, ujar para ahli.

Baca Juga: Gigi Riva Pencetak Gol Terbanyak Timnas Italia Sepanjang Masa, Meninggal Dunia di Usia 79 Tahun

Strategi ini merupakan perpaduan antara serangan militer terbatas dan sanksi yang tampaknya bertujuan untuk mencegah konflik Timur Tengah yang lebih luas bahkan ketika Amerika Serikat berusaha untuk menghukum Houthi atas serangan mereka terhadap pelayaran Laut Merah.

Kapal-kapal peti kemas telah berhenti atau mengalihkan jalur dari Laut Merah yang mengarah ke Terusan Suez, rute pengangkutan tercepat dari Asia ke Eropa.

Baca Juga: Perdana Menteri Israel Tolak Syarat Pertukaran Sandera Hamas, Pilih Perang Terus Berlanjut

Banyak kapal terpaksa mengambil rute yang lebih panjang melalui Tanjung Harapan.

Houthi, yang menguasai wilayah-wilayah terpadat di Yaman, mengatakan bahwa serangan-serangan mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap warga Palestina saat Israel menyerang Gaza.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.