Kasus STSS Meningkat di Jepang, Virus Mematikan?

AKURAT.CO - Kementerian Kesehatan Jepang meminta pemerintah daerah untuk menganalisis sampel dari pasien STSS guna mengidentifikasi jenis virusnya.
STSS atau Streptococcal Toxic Shock Syndrome umumnya disebabkan oleh bakteri streptococcus pyogenes yang sering menyerang anak-anak dengan radang tenggorokan. Kasus serius dapat berakibat fatal, terutama pada orang dewasa di atas 30 tahun, terutama warga lanjut usia.
Diperkirakan bahwa 30 persen kasus STSS berakhir dengan kematian karena gejalanya yang bisa memburuk tiba-tiba. Kekhawatiran muncul karena strain virus berpotensi mematikan dan sangat menular telah ditemukan di Jepang.
Dikutip dari Asahi.com, Jumat (19/1/2024), gejala awal mencakup sakit tenggorokan, demam, diare, muntah dan kelelahan. Beberapa pasien bahkan meninggal dalam waktu singkat karena kegagalan organ atau masalah pernapasan.
Baca Juga: Gejala Virus Nipah Dan Cara Mencegah Penularannya
Bakteri ini, dikenal sebagai "pemakan daging", dapat menyebabkan nekrosis pada jaringan di sekitar otot pasien. Penularannya masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi bakteri dapat masuk melalui luka di tangan dan kaki.
Strain bakteri Inggris yang sangat ganas dan menular juga telah dikonfirmasi di Jepang dengan sembilan kasus terdeteksi sejak bulan Agustus di prefektur yang sama.
Para ahli menekankan perlunya tindakan pencegahan seperti mencuci tangan dan menjaga kebersihan luka. Jika gejala tampak tidak biasa, perawatan medis segera harus dicari, terutama jika luka membengkak atau nyeri.
Perhatian khusus diberikan pada strain grup A yang lebih sering menyebabkan kematian pada orang di bawah 50 tahun. Para ahli menekankan perlunya kesadaran masyarakat dan perawatan medis cepat jika terjadi perubahan gejala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








