Dampak Kekeringan Di Amazon, Hal Ini Muncul Ke Permukaan

AKURAT.CO Wajah manusia yang dipahat di batu berumur 2.000 tahun muncul di bebatuan di sepanjang Sungai Amazon pada Selasa (24/10/2023).
Ukiran tersebut muncul sejak permukaan air turun ke rekor terendah, menjadi kekeringan terburuk di kawasan itu dalam lebih dari satu abad terakhir.
Beberapa pahatan batu pernah terlihat sebelumnya, namun sekarang terdapat lebih banyak variasi yang akan membantu para peneliti menentukan asal-usulnya, kata arkeolog Jaime de Santana Oliveira.
Baca Juga: Israel Tingkatkan Serangan Terhadap Hamas, Negara Di Dunia Terus Desak Aliran Bantuan Ke Gaza
Bahkan, salah satu area menunjukkan lekukan halus pada batu yang diperkirakan merupakan tempat penduduk pribumi mengasah panah dan tombak, jauh sebelum orang Eropa tiba.
"Ukiran tersebut berasal dari masa prasejarah, atau prakolonial. Kami tidak dapat menentukan tanggal pastinya, namun berdasarkan bukti pendudukan manusia di wilayah tersebut, kami yakin usianya sekitar 1.000 hingga 2.000 tahun," kata Oliveira dalam sebuah wawancara.
Titik berbatu tersebut disebut Ponto das Lajes di pantai utara Amazon dekat pertemuan sungai Rio Negro dan Solimoes.
Oliveira mengatakan, ukiran tersebut pertama kali terlihat di sana pada tahun 2010.
Namun kekeringan tahun ini jauh lebih parah, sungai Rio Negro turun 15 meter (49,2 kaki) sejak bulan Juli, sehingga memperlihatkan hamparan bebatuan dan pasir luas yang sebelumnya tidak ada pantainya.
"Kali ini kami tidak hanya menemukan lebih banyak ukiran tetapi juga patung wajah manusia yang dipotong di batu," kata Oliveira, yang bekerja di Institut Warisan Sejarah dan Artistik Nasional (IPHAN).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








