Akurat

Lubang Ozon Besar Kembali Terdeteksi Di Antartika

Sunarimo Darmaji | 11 Oktober 2023, 12:41 WIB
Lubang Ozon Besar Kembali Terdeteksi Di Antartika

AKURAT.CO Lubang ozon adalah suatu area yang mengalami penipisan atau kerusakan lapisan ozon (O3) di stratosfer, lapisan atmosfer yang terletak di atas lapisan troposfer.

Lapisan ozon ini sangat penting karena melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet (UV) berbahaya yang berasal dari Matahari.

Radiasi UV dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan, termasuk peningkatan risiko kanker kulit, gangguan pada mata dan dampak negatif pada ekosistem.

 

Lubang ozon biasanya terkait dengan penggunaan zat kimia yang disebut ozon-depleting substances (ODS) seperti chlorofluorocarbons (CFCs), halon dan bromine.

Ketika zat-zat ini mencapai stratosfer, mereka terurai oleh radiasi UV, melepaskan klorin dan bromin ke dalam atmosfer.

Klorin dan bromin ini kemudian merusak molekul ozon, menyebabkan penurunan konsentrasi ozon di lapisan stratosfer, yang pada gilirannya membentuk lubang ozon.

Baca Juga: Lubang Ozon di Atas Kutub Selatan Kini Lebih Besar daripada Antarktika, Ini Sebabnya

Lubang ozon yang paling terkenal adalah lubang ozon di wilayah Antartika, yang terbentuk secara musiman selama musim semi dan berukuran bervariasi.

Pada 2020 lubang ozon dianggap yang terbesar dan terdalam, di tahun ini pengukuran satelit di Antartika kembali mendeteksi adanya lubang raksasa di lapisan ozon.

Claus Zeher, manajer Copernicus Sentinel-5P, memberikan pernyataan bahwa lubang ozon ini merupakan yang yang terbesar yang pernah mereka lihat setelah terekam oleh satelit Copernicus Senitnel -5P milik Badan Antariksa Eropa.

Para ilmuwan yang menyebut lubang itu dengan sebutan "daerah penipisan ozon" memiliki ukuran yang cukup besar, yakni 26 juta kilometer persegi. Hal ini sekitar tiga kali lipat luasnya jika dibandingkan dengan negara Brasil.

Apa Penyebab Lubang Ozon?

Setelah terjadinya letusan gunung berapi di Hunga Tonga di Tonga selama Desember 2022 hingga Januari 2023, para ilmuwan kemudian menyimpulkan kemungkinan besar lubang ozon besar tahun ini disebabkan karena peristiwa itu.

Dalam keadaan normal, gas yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi tetap berada di bawah lapisan stratosfer, namun letusan tersebut menyebabkan banyak uap air yang kemudian terlepas ke stratosfer.

Baca Juga: Lubang Ozon di Atas Antartika Terus Menutup

Bukan hanya itu, besarnya lubang ozon di Antartika tahun ini, kemungkinan ulah manusia yang ikut andil di dalamnya. Pengukuran lewat satelit telah mendeteksi lubang-lubang tersebut disebabkan oleh meluasnya penggunaan bahan kimia yang disebut kloroflurokarbon.

Selain itu, berikut ada beberapa faktor yang berperan dalam pembentukan lubang ozon, meliputi:

1. Senyawa kimia berbasis klorin dan bromin

CFCs dan halon adalah senyawa-senyawa buatan manusia yang digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pendingin udara, propelan semprotan, dan peralatan elektronik.

Ketika senyawa-senyawa ini dilepaskan ke atmosfer, mereka akhirnya mencapai stratosfer, di mana mereka diuraikan oleh radiasi ultraviolet matahari.

Proses ini menghasilkan klorin dan bromin yang kemudian berpartisipasi dalam pemecahan ozon.

Baca Juga: Bunga Ini Tumbuh Subur Di Antartika, Pertanda Buruk?

2. Radiasi ultraviolet

Radiasi ultraviolet dari matahari adalah faktor kunci dalam pemecahan ozon. Ketika senyawa-senyawa kimia yang mengandung klorin dan bromin mencapai lapisan ozon, radiasi ultraviolet merangsang pelepasan atom klorin dan bromin dari senyawa-senyawa ini.

Atom-atom ini kemudian dapat merusak molekul ozon (O3) dan mengurangi konsentrasinya. (Ami Fatimatuz Zahro')

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
W
Editor
Wahyu SK