Serangan Hamas Bukti Kegagalan Israel

AKURAT.CO Serangan dahsyat yang dilakukan pejuang Hamas pada Sabtu (7/10/2023) kemarin merupakan yang terburuk dalam pertahanan Israel sejak 1973.
Serta menjadi sebuah serangan paling mengejutkan sejak Perang Yom Kippur 50 tahun lalu, ketika Mesir dan Suriah mengejutkan Israel dan membuat negara itu harus berjuang demi kelangsungan hidupnya.
Para pejuang Hamas menyerbu ke kota-kota Israel, menewaskan 700 warga Israel dan menculik puluhan lainnya. Namun di sisi lain, banyak pemimpin Hamas yang tidak mengetahui rencana serangan kepada Israel.
Ketika berlatih, 1.000 pejuang yang dikerahkan dalam serangan itu tidak memiliki firasat apapun tentang tujuan sebenarnya dari latihan tersebut.
Kronologi Serangan Hamas
Dikutip dari Reuters, ketika hari-H tiba, operasi serangan itu dibagi menjadi empat bagian atau langkah dengan berbagai elemen.
Langkah pertama yakni rentetan 3.000 roket yang ditembakkan dari Gaza bertepatan dengan serangan pesawat tempur yang menerbangkan pesawat layang di atas perbatasan. Israel sebelumnya mengatakan bahwa 2.500 roket ditembakkan.
Baca Juga: Sebelum Luncurkan Serangan, Ternyata Hamas Lakukan Deretan Hal Ini
Begitu para pejuang dengan pesawat layang gantung berada di tanah, mereka mengamankan medan sehingga unit komando elite dapat menyerbu tembok elektronik dan semen yang dibentengi yang memisahkan Gaza dari permukiman atau yang dibangun oleh Israel untuk mencegah infiltrasi.
Para pejuang menggunakan bahan peledak untuk menerobos penghalang dan kemudian melaju dengan sepeda motor. Buldoser memperlebar celah membuat lebih banyak pejuang masuk dengan kendaraan roda empat.
Kegagalan Besar Israel
Diketahui, sebuah unit komando menyerang markas tentara Israel di Gaza Selatan dan mengacaukan komunikasinya, sehingga para personel tidak dapat menghubungi para komandan atau satu sama lain.
Bagian terakhir melibatkan pemindahan para sandera ke Gaza, yang sebagian besar dilakukan pada awal serangan, kata sumber yang dekat dengan Hamas.
Dalam salah satu penyanderaan yang dipublikasikan dengan baik, para pejuang menculik pengunjung pesta yang melarikan diri dari sebuah pesta di Kibbutz Re'im di dekat Gaza.
Rekaman media sosial menunjukkan puluhan orang berlarian di ladang dan jalanan ketika mendengar desingan peluru yang ditembakkan bertubi-tubi.
"Bagaimana mungkin pesta ini bisa terjadi sedekat ini (dengan Gaza)?" kata sumber keamanan Israel, dikutip Senin (9/10/2023).
Baca Juga: Israel Diserang Mendadak Oleh Hamas, Siapa Itu?
Sumber itu juga mengatakan bahwa pasukan Israel berada di bawah kekuatan penuh di bagian selatan dekat Gaza, sebab sebagian telah dikerahkan ke Tepi Barat untuk melindungi para pemukim Yahudi setelah terjadi lonjakan kekerasan antara mereka dan militan Palestina.
"Mereka (Hamas) mengeksploitasi hal itu," kata sumber tersebut.
Pensiunan jenderal Yaakov Amidror, mantan penasihat keamanan nasional untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengatakan, serangan Hamas kali ini merupakan kegagalan besar dari sistem intelijen dan aparat militer di wilayah selatan.
Amidror, ketua Dewan Keamanan Nasional dari April 2011-November 2013 dan sekarang menjadi peneliti senior di Institut Strategi dan Keamanan Yerusalem, mengatakan beberapa sekutu Israel telah menyatakan bahwa Hamas telah mendapatkan "lebih banyak tanggung jawab".
"Kami dengan bodohnya mulai percaya bahwa hal itu benar," katanya.
"Jadi, kami membuat kesalahan. Kami tidak akan melakukan kesalahan ini lagi dan kami akan menghancurkan Hamas, perlahan tapi pasti," pungkas Amirdor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









