Deretan Negara Ini Pernah Ganti Nama, Apa Saja?

AKURAT.CO Setiap nama negara memiliki makna dan filosofi tersendiri bagi rakyatnya. Misalnya istilah Indonesia berasal dari kata Indus (Hindia) dan Nesia (Kepulauan) yang berarti Kepulauan Hindia.
Namun, apakah kamu mengetahui jika ada beberapa negara yang berganti nama?
Keputusan untuk mengganti nama negara biasanya didasari atas alasan yang kuat. Diketahui alasan paling umumnya adalah ingin melepaskan belenggu kolonialisme.
Perubahan dilakukan karena nama negara harus sesuai dengan cerminan budaya asli. Selanjutnya, mereka ingin membuang dan mengganti nama yang diberikan oleh penjajah.
Tak hanya itu, sebuah negara juga sering kali mengubah nama karena masalah politik, geografis, agama dan sebagainya.
Berikut daftar negara yang pernah berganti nama.
Makedonia
Republik Makedonia mengubah nama menjadi Republika Makedonia Utara pada tahun 2019. Hal ini terjadi karena masalah politik.
Cabo Verde
Cape Verde atau Tanjung Verde mengalami perubahan nama menjadi Republik Cabo Verde atau Republica de Cabo Verde pada tahun 2013.
Kata Cabo Verde memiliki arti Tanjung Hijau. Nama tersebut adalah nama asli yang diberikan oleh pelaut Portugis untuk pulau tak berpenghuni.
Kongo
Negara Kongo sering kali melakukan perubahan pada namanya. Seperti Republik Demokratik Kongo (1885-1908), Kongo Belgia, Kongo-Leopoldville, Republika Kongo (setelah kemerdekaan tahun 1960) dan beberapa tahun setelahnya berubah lagi menjadi Republik Demokratik Kongo.
Türkiye
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memberitahu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa negaranya harus disebut Türkiye dalam semua bahasa. Kata Türkiye memiliki makna yang mewakili dan mengekspresikan budaya, peradaban dan nilai-nilai negara dengan cara terbaik.
Thailand
Dahulu Thailand dikenal sebagai Siam selama berabad-abad. Kemudian mengalami perubahan nama setelah menjadi monarki konstitusional.
Dalam bahasa lokal diucapkan sebagai Prathet Thai yang berarti negara orang-orang bebas.
Belanda
Belanda berganti nama menjadi Holland sebagai bagian dari kampanye rebranding, kemudian menggantinya menjadi Netherlands pada tahun 2020. Pemerintah menyebutkan Netherlands lebih mewakili negaranya sebagai negara yang terbuka, modern dan inklusif.
Iran
Pemerintah Iran mengarahkan kepada seluruh negara yang memiliki hubungan diplomatik untuk menyebutnya sebagai Iran, bukan Persia. Meskipun mengalami banyak kontra, perubahan nama dianggap tepat karena bisa mengubah pandangan masyarakat.
Kamboja
Kamboja telah beberapa kali berganti nama, bahkan pernah bernama Kerajaan Kamboja dan Republik Khmer. Ketika masih di bawah pemerintahan komunis (1975-1979), negara ini disebut sebagai Kampuchea Demokratis. Kemudian, berubah nama menjadi Kamboja di bawah otoritas PBB.
Myanmar
Myanmar dikenal dalam bahasa Inggris dengan dua nama yakni Myanmar dan Burma. Nama Burma menjadi Myanmar kemudian berubah menjadi Republik Persatuan Myanmar.
Pergantian nama dilakukan setelah dalam satu tahun beberapa orang terbunuh terkait upaya menekan pemberontakan rakyat pada 1989.
Yordania
Transjordan diakui sebagai negara pada September 1922. Kemudian, pihak berwenang mengubah namanya menjadi Kerajaan Hashemite Transjordan setelah ratifikasi Perjanjian London pada Mei 1946. Lalu kembali berubah menjadi Kerajaan Hashemite Yordania pada tahun 1949.
Sri Lanka
Terakhir, negara yang mengubah namanya adalah Sri Lanka. Di bawah pemerintahan Inggris, Sri Lanka dikenal sebagai Ceylon (1815-1948). Kemudian, nama Sri Lanka diperkenalkan pada awal abad 20. Nama itu digunakan oleh Partai Marxis Lanka Sama Samaja, sementara Sri diperkenalkan oleh Partai Kebebasan Sri Lanka. (Tasya Nurhaliza Putri)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









