Akurat

Langgar Aturan Keluarga Berencana, Pasangan China Ini Punya 15 Anak

| 27 Maret 2022, 11:49 WIB
Langgar Aturan Keluarga Berencana, Pasangan China Ini Punya 15 Anak

AKURAT.CO, Pasangan di China melanggar aturan keluarga berencana dengan memiliki 15 anak. Buntutnya, pihak berwenang menghukum 11 pejabat karena mengizinkan pasangan itu tak menegakkan aturan pembatasan anak.

Laporan South China Morning Post menyebut, Liang Er (77) dan Lu Honglan (47) dari desa miskin di daerah Rongxian, daerah otonomi Guangxi, melahirkan empat anak laki-laki dan 11 anak perempuan selama 1995-2016 karena keluarga berencana yang tidak efektif dari pemerintah setempat, kata pemerintah Guangxi dalam sebuah pernyataan.

Selama periode tersebut, otoritas China mengizinkan setiap keluarga hanya memiliki satu anak dan kemudian mengubahnya menjadi dua. Kini aturan lebih longgar dengan batas menjadi tiga anak, karena penurunan tingkat kelahiran dan populasi yang menua.

Keluarga besar itu menimbulkan kecurigaan publik terkait adanya unsur keterpaksaan menikah dan melahirkan anak. Masalahnya, sebelumnya ada kasus seorang wanita sakit jiwa di Provinsi Jiangsu dirantai di leher oleh suaminya dan kemudian memiliki delapan anak bersamanya, yang memicu kemarahan luas.

"Penyelidikan kami menunjukkan bahwa tidak ada perdagangan manusia atau pernikahan paksa yang terlibat," kata pemerintah daerah dalam pernyataannya setelah penyelidikan dua minggu.

Liang dan Lu tidak terdaftar secara resmi sebagai pasutri, tetapi mereka telah hidup bersama dan memiliki anak atas persetujuan bersama. Keluarga itu hidup dengan bertani, mengumpulkan subsidi pemerintah, dan sumbangan publik selama bertahun-tahun.

Anak-anak mereka tumbuh sehat dan memperoleh dokumen identitas hukum. Empat dari mereka sekarang bekerja dan sisanya bersekolah.

Dalam laporan 2018 di situs Guangming Daily, Liang mengatakan, "Saya melanggar kebijakan keluarga berencana tetapi pemerintah belum menyerah pada saya... semua anggota keluarga saya sekarang menerima subsidi untuk pendidikan dan penghasilan." []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.