Kisah Menyentuh Para Siswa China Semangati Teman yang Derita Kanker Tulang

AKURAT.CO Pelajar China yang menderita kanker tulang disemangati teman-temannya agar dapat ikut ujian masuk kuliah beberapa bulan lagi. Ia yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit dikirimi video penyemangat dari satu per satu teman sekelasnya.
“Guocheng, teruslah berjuang! Kami akan menunggumu di gaokao,” kata para siswa ke ketua kelas mereka, Li Guocheng (19).
“Terima kasih teman-teman sekelasku. Saya sangat tersentuh dengan video tersebut. Saya akan melawan kanker dan kembali ke sekolah sesegera mungkin untuk mengambil gaokao,” kata Li dalam video tanggapan dari ranjang rumah sakitnya, menurut situs berita Xibujuece.
Li Guocheng bersama teman-teman SMK-nya di Ningxiang, Provinsi Hunan, China tengah akan menghadapi gaokao (ujian masuk perguruan tinggi) yang diadakan setiap bulan Juni. Namun, Li harus terbaring di ranjang rumah sakit karena kanker tulang dan tumor sekunder di paru-paru kanannya.
Ia didiagnosis kanker tulang ganas pada 2015 setelah mengalami rasa sakit kesemutan yang tiba-tiba di kaki kirinya, lapor South China Morning Post. Karena pertumbuhan tumor, pada 2017 kaki kirinya diamputasi dan diganti kaki palsu.
Perhatian dari teman-temannya tak lepas dari sosok Li yang tekun dan berprestasi. Ia mendapat beasiswa nasional serta masuk daftar “10 siswa terbaik” di Changsha atas keunggulan akademiknya. Tahun lalu, ia dan beberapa temannya meraih juara pertama kompetisi inovasi pendidikan kejuruan tingkat nasional untuk desain penghangat kaki bagi penyandang disabilitas.
Namun, pada Januari tahun ini Li harus kembali ke rumah sakit untuk menjalani terapi usai didiagnosis tumor metastatik di paru-paru kanannya akibat kanker tulangnya. Di rumah sakit, Li yang terus memikirkan ujian gaokao meminta ibunya membawakan buku-buku untuk persiapan ujian beberapa bulan mendatang.
Teman-teman sekelasnya yang mengetahui kondisi Li pun membuat video untuk menyemangatinya dan berharap ia segera kembali ke sekolah.
“Dia adalah ketua kelas, dan teman-teman sekelasnya memujanya. Dia akan sangat berharap untuk masuk ke program sarjana universitas jika bukan karena kondisi ini,” kata Fu Xi, wali kelasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





