Kisah Omaima Nelson, Model Muda Mesir yang Kebiri dan Masak Daging Suami saat Perayaan Thanksgiving

AKURAT.CO, Bicara tentang kisah kriminal di mana pelaku gemar mencacah-cacah dan memakan daging korbannya, kebanyakan orang pasti teringat sosok Jeffrey Dahmer atau jika tidak tokoh kanibal fiksi Hannibal Lector.
Mungkin tidak banyak yang tahu kisah tentang Omaima Aaree Nelson, model cantik asal Mesir yang tersandung hukum lantaran mengebiri, memenggal kepala, memasak, hingga memakan daging suaminya.
Omaima sendiri sebenarnya sudah ramai dibicarakan sejak kasusnya terungkap tahun 1991 silam. Namun kini, kisahnya kembali mewarnai media massa, surat kabar DailyStar termasuk di antara yang memberitakan.
Seperti diulas oleh beberapa media, Omaima adalah pengasuh dan model Mesir yang masih sangat muda. Saat itu, ia berusia 23 tahun.
Kisah Omaima dimulai di Hari Thanksgiving bulan November 1991. Ketika itu, Omaima yang sudah menjadi istri seorang pilot, menambah menu tak biasa untuk perayaan Thanksgiving di rumahnya di Costa Mesa, California.
Menu itu tidak lain adalah bagian-bagian daging suami yang ia mutilasi. Ia campur daging itu bersama dengan sisa-sisa daging kalkun yang renyah.
Bagaimana itu bisa terjadi? Tentunya, Anda tidak bisa begitu saja bangun suatu hari dan memutuskan untuk memakan pasangan Anda, bukan?
Untuk menjawab itu, kita perlu mundur beberapa puluh tahun, yakni saat Omaima masih anak-anak dan tingal di Kairo, Mesir. Laporan mengatakan bahwa saat itu, Omaima mengalami 'pelecehan yang tak terbayangkan'.
Laporan itupun terungkap selama persidangan. Omaima yang masih anak-anak telah menjalani mutilasi alat kelamin perempuan dan seks menjadi begitu traumatis dan menyakitkan baginya.
Psikiater yang memeriksa, Dr. David J. Sheffner juga menyebut bahwa Omaima memiliki sejumlah gangguan mental. Ini terutama disebabkan oleh pelecehan fisik dan seksual berulang yang dia alami sejak masih kecil di Mesir.
Kemudian, ketika berhasil melarikan diri ke AS, Omaima masih harus bergelut dengan cobaan hidup yang berat. Ia mulai menjajakan layanan seks untuk biaya sewa dan mobil. Ketika itu, kebanyakan pelanggan Omaima adalah pria-pria yang lebih tua darinya.
Sampai pada suatu ketika, Omaima bertemu dengan seorang pria yang berusia 30 tahun lebih tua darinya. Ia adalah William E. 'Bill' Nelson, seorang pilot berusia 56 tahun. Mereka bertemu ketika bermain biliar di sebuah bar pada Oktober 1991.
Pertemuan yang singkat itupun tampaknya telah membuat Omaima dan Nelson saling jatuh cinta. Keduanya lalu memutuskan untuk menikah sebulan setelah bertemu.
Namun, pernikahan tersebut ternyata tidak berbuah manis seperti yang diharapkan.
Omaima mengklaim bahwa selama sebulan pernikahannya, ia justru mengalami pelecehan seksual, pemerkosaan, hingga pemukulan dari suami. Omaima juga menambahkan bahwa pada 28 November 1991, hari di mana pembunuhan terjadi dipicu oleh serangan terakhir dari Nelson.
Omaima mengaku membunuh Nelson karena ingin membela diri. Ia mengatakan bahwa ia sempat ingin pergi dari Nelson, tetapi suaminya itu justru makin menjadi-jadi. Akibatnya, ketika dia menyerangnya pada pagi hari saat Thanksgiving, Omaima merasa satu-satunya pilihan adalah membela diri.
Namun, jaksa mengangggap Omaima sebagai seorang pembunuh berdarah dingin. Ini terutama dari cara Omaima membunuh dan memperlakukan jasad suaminya.
Pada saat kejadian, terungkap bahwa Oama memukul suaminya dengan setrika pakaian dan menikamnya dengan gunting. Dia kemudian menguliti tubuhnya dan memotong alat kelaminnya sebelum memasak kepalanya yang dipenggal dan menggoreng tangannya dengan minyak untuk menghilangkan sidik jarinya.
Setelah itu, Omaima mencampur bagian-bagian tubuh Nelson dengan sisa kalkun Thanksgiving dan membuangnya ke tempat sampah.
Bahkan menurut dokter, Omaima pernah mengaku mengenakan gaun merah dengan sepatu dan lipstik yang serasi. Dengan gaun itu, ia memasak tulang rusuk suaminya yang sudah meninggal dengan saus barbeku dan memakan sebagian dagingnya. Meski pada sidang pembebasan bersyaratnya, Omaima membantah pernah terlibat dalam kanibalisme.
Omaima ditangkap setelah dia memasukkan beberapa bagian tubuh suaminya ke dalam kantong sampah dan mengiming-imingi temannya USD75 ribu (Rp1 miliar) untuk membantu membuang daging tersebut.
Dalam pembelaannya, dia mengatakan kepada pengadilan, "Jika saya tidak membela hidup saya, saya akan mati. Saya menyesal itu terjadi, tapi saya senang saya hidup. Maaf saya memotong-motongnya."
Namun, Omaima menolak menjelaskan mengapa dia memasak daging suaminya.
Dr Sheffner mendiagnosis bahwa Omaima menderita gangguan stres pasca-trauma. Disebutkan pula bahwa ia mengalami gangguan psikotik saat menikam dan memukuli suaminya sampai mati. Sheffner mengaku belum pernah melihat kasus yang 'sangat aneh dan sangat psikotik' selama dua dekade kariernya sebagai psikiater.
Atas kasusnya itu, Omaima dihukum dengan dakwaan pembunuhan tingkat dua pada Januari 1993. Ia dijatuhi hukuman 27 tahun penjara seumur hidup, seperti diwartakan Ranker. Saat menjalani hukumannya, Omaima menikah untuk kedua kalinya dengan seorang pria berusia 70-an, dan pasangan itu secara teratur melakukan kunjungan suami-istri selama tiga hari.
Pembunuh psikotik ditolak pembebasan bersyarat pada tahun 2006 dan tidak memenuhi syarat untuk mencari pembebasan bersyarat lagi sampai tahun 2026. Jadi sampai saat ini, Omaima masih menjalani hukumannya di lembaga pemasyarakatan di Chowchilla, California. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar




