Akurat Logo

PBB Serukan Pendanaan untuk Badan Bantuan Palestina

Khaerul S | 27 Juni 2018, 10:19 WIB
PBB Serukan Pendanaan untuk Badan Bantuan Palestina

AKURAT.CO, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta negara-negara anggota mengisi kekurangan dana yang diperlukan lembaga UNRWA untuk membantu pengungsi Palestina di Timur Tengah.

Badan Kerja dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) kekurangan dana setelah keputusan Amerika Serikat (AS) memangkas lebih dari setengah dana bantuan pada lembaga itu.

PBB menggelar konferensi untuk pengumpulan dana bagi layanan dasar termasuk bantuan pangan, perawatan medis dan sanitasi, untuk lebih dari lima juta pengungsi Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Lebanon dan Suriah.

Tidak jelas berapa banyak dana yang dijanjikan oleh setiap negara untuk menutupi kekurangan dana UNRWA tahun ini sebesar USD250 juta. Menurut pejabat PBB, AS sebelumnya merupakan pendonor terbesar UNRWA dengan bantuan USD364 juta untuk lembaga itu tahun lalu. Namun AS tahun ini hanya memberikan bantuan sebesar USD60 juta.

Pemangkasan bantuan oleh Presiden AS Donald Trump pada Januari itu membahayakan pemberian layanan dasar termasuk bantuan makanan di Jalur Gaza, klinik medis dan layanan pendidikan pada sekitar setengah juta anak-anak Palestina.

“Situasi rakyat Palestina sangat mengkhawatirkan dan tidak pasti, pertama karena pengungsi Palestina tidak melihat solusi pada nasib mereka,” ungkap Direktur UNRWA Pierre Krahenbuhl.

Saat pemerintahan Trump mengumumkan pada Januari untuk menahan USD65 juta dari rencana pendanaan USD125 juta untuk UNRWA, maka itu memutus jalur kehidupan untuk jutaan pengungsi yang telah tergantung pada lembagai tu selama lebih dari 70 tahun.

“Kami membayar rakyat Palestina RATUSAN JUTA DOLAR per tahun dan tidak mendapat apresiasi atau respek. Dengan Palestina tak lagi mau perundingan damai, mengapa kita membuat pembayaran masa depan yang besar pada mereka?” tweet Trump ketika itu.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A