AKURAT.CO Menjelang kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia, aparat setempat menangkap dan mendakwa seorang remaja yang diduga melontarkan ancaman pembunuhan melalui media sosial. Kasus ini muncul di tengah meningkatnya tensi politik dan rencana aksi protes di sejumlah kota besar selama agenda kunjungan berlangsung.
Seorang remaja Australia berusia 19 tahun didakwa atas dugaan membuat ancaman pembunuhan secara online terhadap seorang kepala negara asing yang dilindungi secara internasional. Ancaman tersebut diduga ditujukan kepada Presiden Israel Isaac Herzog, yang dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Australia dalam beberapa hari ke depan.
Dalam pernyataan resminya, Kepolisian Federal Australia (AFP) menyebut ancaman itu diunggah melalui platform media sosial pada bulan lalu. Meski polisi tidak menyebut nama target ancaman, sejumlah media Australia melaporkan bahwa pesan tersebut mengarah kepada Presiden Herzog. Harian Sydney Morning Herald juga melaporkan bahwa remaja yang sama diduga membuat ancaman terhadap Presiden AS Donald Trump.
Pelanggaran tersebut memiliki ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Tersangka ditolak permohonan jaminan oleh polisi dan dijadwalkan menjalani sidang perdana di pengadilan Sydney pada Kamis.
Saat penggeledahan di sebuah rumah di Sydney pada Rabu, polisi menyita satu unit ponsel serta sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan pembuatan atau penggunaan narkotika.
Presiden Isaac Herzog dijadwalkan tiba di Australia pada Minggu untuk kunjungan selama lima hari. Undangan disampaikan oleh Perdana Menteri Anthony Albanese setelah insiden penembakan mematikan di kawasan Bondi Beach pada Desember lalu.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Herzog direncanakan bertemu para penyintas serta keluarga korban penembakan di Bondi Beach yang terjadi pada 14 Desember dan menewaskan 15 orang. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian perayaan Hanukkah komunitas Yahudi di Sydney.
Rencana kedatangan Herzog memicu penolakan dari sejumlah kelompok pro-Palestina. Aksi demonstrasi telah direncanakan di beberapa kota besar Australia. Kepolisian Negara Bagian New South Wales, wilayah yang mencakup Sydney, memperpanjang pembatasan aksi unjuk rasa di sejumlah titik kota menjelang kunjungan tersebut dengan alasan adanya “permusuhan signifikan” dari beberapa kelompok.
Palestine Action Group menyerukan para pendukungnya untuk menghadiri aksi di Sydney pada Senin, dengan rencana long march menuju gedung parlemen negara bagian New South Wales. Aksi itu disebut sebagai “unjuk rasa damai berskala besar”.
Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles memastikan Presiden Herzog akan mendapatkan pengamanan standar kenegaraan seperti pemimpin asing lainnya yang berkunjung.
“Dia akan menjadi tamu yang disambut dan dihormati,” kata Marles kepada ABC News.