Di Forum Ekonomi Dunia, Penampilan Macron yang Tampil Berkacamata Hitam Jadi Sorotan

AKURAT.CO Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi sorotan saat berbicara dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Selasa (20/1). Selain menyampaikan kritik keras terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana mengenakan tarif kepada delapan negara Eropa terkait penolakan mereka atas rencana pengambilalihan Greenland, penampilan Macron juga menarik perhatian publik.
Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia, Macron terlihat mengenakan kacamata hitam model aviator dengan lensa reflektif biru meski berada di dalam ruangan. Pilihan aksesori tersebut memicu berbagai spekulasi, meskipun Macron tidak menjelaskannya secara langsung dalam pidato.
Media Prancis melaporkan kacamata tersebut dikenakan Macron karena kondisi medis pada matanya. Pekan lalu, Macron juga terlihat bermata merah saat menghadiri acara militer di Prancis selatan dan sempat mengenakan kacamata serupa.
Saat berbicara di hadapan pasukan, Macron menegaskan kondisi tersebut tidak berbahaya. Ia menyebutnya “sama sekali jinak” dan “tidak signifikan”, seraya meminta maaf atas tampilan matanya yang kurang sedap dipandang. Macron bahkan sempat berseloroh dengan menyebut kondisinya sebagai l’oeil du tigre atau “mata harimau”, merujuk pada lagu Eye of the Tiger dari band Survivor.
Laporan medis menyebut Macron diduga mengalami perdarahan subkonjungtiva, yakni pecahnya pembuluh darah kecil di mata. Kondisi ini tidak berbahaya, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak mengganggu penglihatan, dan umumnya pulih dalam waktu sekitar dua pekan. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat batuk keras, bersin, atau menggosok mata, serta lebih berisiko dialami penderita diabetes dan tekanan darah tinggi.
Meski tidak diperlukan secara medis, penggunaan kacamata hitam dinilai sebagai upaya menjaga penampilan di ruang publik. Dokter dan komentator media Prancis, Jimmy Mohamed, mengatakan Macron memilih mengenakan kacamata demi alasan estetika sebagai figur publik.
“Sebagian orang bisa mengira ia sakit. Untuk menghindari sorotan dalam kondisi seperti itu, ia memilih mengenakan kacamata. Kacamata tersebut melindungi citranya, bukan matanya,” ujar Mohamed kepada penyiar RTL.
Keputusan Macron itu memicu perbincangan di media sosial. Sebagian warganet menyebutnya kéké, istilah slang Prancis untuk orang yang pamer, sementara lainnya berseloroh menyebut Macron seperti “cyborg” atau meniru gaya aktor Hollywood Tom Cruise dalam film Top Gun.
Dalam pidato yang disampaikannya sambil mengenakan kacamata hitam tersebut, Macron memperingatkan dunia terhadap kecenderungan menuju otoritarianisme dan “dunia tanpa aturan, di mana hukum internasional diinjak-injak” serta bangkitnya kembali ambisi imperial.
Ia menegaskan, kondisi itu semakin berbahaya ketika tarif digunakan sebagai alat tekanan terhadap kedaulatan wilayah negara lain.
Trump sendiri sebelumnya juga mengancam akan mengenakan tarif hingga 200 persen terhadap impor anggur dan sampanye Prancis, menyusul penolakan Paris untuk bergabung dalam inisiatif “Board of Peace” yang diusulkan AS terkait konflik Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









