Politisi Norwegia Kecam Hadiah Medali Nobel untuk Donald Trump: Benar-benar Absurd!

AKURAT.CO Sejumlah pemimpin politik Norwegia mengecam keputusan tokoh oposisi Venezuela dan peraih Nobel Perdamaian, María Corina Machado, yang menyerahkan medali Nobel Perdamaian miliknya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Tindakan tersebut dinilai “absurd” dan berpotensi merusak wibawa penghargaan Nobel Perdamaian.
Machado menyerahkan medali itu kepada Trump di Gedung Putih, Kamis (16/1), sebagai bentuk penghargaan atas apa yang ia sebut sebagai “komitmen unik Trump terhadap kebebasan”. Beberapa jam kemudian, Trump menulis di platform Truth Social bahwa Machado telah “memberikan Nobel Perdamaian kepadanya” atas jasa yang telah ia lakukan.
Namun, Pusat Nobel Perdamaian menegaskan bahwa meskipun medali Nobel bisa berpindah tangan, status peraih Nobel Perdamaian tidak dapat dialihkan. Pernyataan ini juga ditegaskan kembali oleh Komite Nobel Norwegia dan Institut Nobel Norwegia, yang menyatakan bahwa Nobel Perdamaian tidak bisa dicabut, dibagi, atau dipindahkan kepemilikannya.
María Corina Machado sendiri dianugerahi Nobel Perdamaian di Oslo bulan lalu atas perjuangannya yang panjang melawan pemerintahan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang disebut sebagai rezim otoriter dan represif. Sejak itu, situasi politik Venezuela berubah drastis setelah Trump melakukan intervensi militer dan menggulingkan Maduro, lalu menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez.
Pemimpin Partai Kiri Sosialis Norwegia sekaligus juru bicara kebijakan luar negeri, Kirsti Bergstø, menyebut tindakan Machado sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. “Ini benar-benar absurd. Hadiah Nobel Perdamaian tidak bisa diberikan kepada siapa pun,” ujarnya.
Bergstø juga menyoroti ancaman Trump untuk menginvasi Greenland sebagai bukti bahwa Trump tidak layak dikaitkan dengan Nobel Perdamaian. Menurutnya, klaim Trump seolah telah menerima Nobel Perdamaian justru memperlihatkan kesalahpahaman mendasar tentang makna penghargaan tersebut.
Sementara itu, Trygve Slagsvold Vedum, pemimpin Partai Tengah Norwegia, menilai sikap Trump mencerminkan karakter pribadi. Ia menyebut Trump sebagai “sosok pamer” yang senang mengaitkan dirinya dengan prestasi dan kehormatan orang lain.
Kecaman serupa disampaikan Raymond Johansen, mantan wali kota Oslo dari Partai Buruh yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Norwegian People’s Aid. Ia menyebut kejadian ini sebagai memalukan dan berbahaya bagi reputasi Nobel Perdamaian.
Menurut Johansen, tindakan Machado berpotensi mempolitisasi Nobel Perdamaian secara berlebihan dan membuka ruang bagi legitimasi “penghargaan anti-perdamaian”. “Saya benar-benar tidak percaya hadiah itu diberikan kepada Trump. Ini merusak salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia,” tulisnya di Facebook.
Kementerian Luar Negeri Norwegia menolak memberikan komentar, dengan alasan bahwa Nobel Perdamaian bersifat independen dari pemerintah Norwegia. Pihak kementerian merujuk pertanyaan kepada Komite Nobel Norwegia, yang hingga kini belum memberikan tanggapan resmi.
Sementara itu, Gedung Putih membagikan foto Trump bersama medali tersebut dalam bingkai emas besar. Teks pendamping foto itu menyebut medali diberikan sebagai simbol rasa terima kasih rakyat Venezuela atas “tindakan tegas dan berprinsip Presiden Trump dalam mewujudkan Venezuela yang bebas”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









