Akurat

Presiden Trump: Saya Tidak Butuh Hukum Internasional!

Aldi Gultom | 9 Januari 2026, 12:25 WIB
Presiden Trump: Saya Tidak Butuh Hukum Internasional!

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, blak-blakan mengenai cara pandangnya terhadap tatanan global dan hukum-hukum internasional. Trump menegaskan bahwa kekuasaannya sebagai panglima perang AS hanya dibatasi oleh moralitasnya sendiri.

Dalam wawancara dengan sekaligus empat jurnalis The New York Times, Rabu (7/1/2026) malam waktu setempat di kantornya, Trump mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan dirinya tidak peduli hukum internasional dan batasan lain di luar dirinya dalam menggunakan kekuatan militer AS.

“Ada satu hal. Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Itu satu-satunya hal yang dapat menghentikan saya,” kata Trump dalam wawancara yang berlangsung hampir dua jam di Gedung Putih.

Dia meyakini bahwa dirinya selaku presiden dari negara terkuat di dunia tidak membutuhkan hukum internasional selama tidak berniat menyakiti pihak lain.

“Saya tidak membutuhkan hukum internasional. Saya tidak ingin menyakiti orang,” ujar Trump.

Trump mengakui bahwa pemerintahannya perlu mematuhi hukum internasional. Tapi, hanya dirinya yang akan menentukan kapan dan bagaimana ketentuan itu berlaku.

“Itu tergantung pada definisi Anda tentang hukum internasional,” katanya.

Dalam wawancara itu juga ada pertanyaan tentang langkahnya setelah menangkap paksa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istri.

“Berapa lama Anda akan mengelola Venezuela?” tanya salah seorang jurnalis Times dalam rekaman suara yang dipublikasi akun Instagram resmi nytimes.

“Hanya waktu yang akan menjawabnya,” tegas Trump.

Dia menegaskan bahwa AS akan membangun kembali Venezuela dan mengelola cadangan minyak bumi negara Amerika Selatan itu untuk keuntungan AS.  

Ketika ditanya tentang rencananya merebut Greenland, dan mana yang lebih prioritas antara merebut wilayah kaya mineral itu atau mempertahankan NATO, Trump menolak menjawab secara langsung. Tapi, ia mengakui bahwa "itu mungkin sebuah pilihan.”

Ia menegaskan bahwa NATO tidak akan berguna tanpa Amerika Serikat sebagai intinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

a
Reporter
afriadi
Aldi Gultom